Menu
Leading News For Education For Aceh

Jokowi Tunda Rencana Tinggal dan Bekerja di IKN Disorot Media Asing

  • Bagikan
Jokowi Tunda Rencana Tinggal dan Bekerja di IKN Disorot Media Asing
Progress pembangunan Istana Presiden di IKN

ACEHSIANA.COM, Jakarta – Media asing menyoroti kemungkinan ditundanya Presiden Joko Widodo (Jokowi) tinggal dan bekerja di ibu kota baru Indonesia, Nusantara (IKN).

Salah satunya adalah media asal Singapura, Channel News Asia (CNA). Dalam artikel berjudul “Jokowi could delay move to Nusantara; lack of water and electricity mark slow progress in Indonesia’s new capital”, laman tersebut menyebut belum siapnya air minum dan listrik menjadi penyebab utama penundaan tersebut. Artikel tersebut dimuat pada Rabu (10/7).

“Presiden Joko Widodo tampaknya akan menunda rencana untuk bekerja dari ibu kota baru Indonesia, Nusantara, di tengah kesulitan untuk mendapatkan dan menjalankan pasokan air minum dan listrik,” tulis CNA.

Jokowi sebelumnya menyatakan keyakinannya bahwa ia akan dapat bekerja dari kantor barunya di Kalimantan Timur pada awal Juli.

Namun, dalam pernyataannya, Jokowi menyebutkan bahwa kepindahan tersebut bergantung pada kesiapan infrastruktur dasar seperti air minum dan listrik.

“Airnya sudah siap? Listriknya sudah siap? Tempatnya sudah siap? Kalau semuanya sudah siap, kita akan pindah,” ujar Jokowi yang dikutip CNA.

Dalam laporan tersebut, CNA juga menyebutkan kapan pasokan air akan tersedia di Nusantara. Mengutip pernyataan penjabat Kepala Otoritas Ibu Kota Nusantara dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, air minum akan tersedia pada 15 Juli.

“Pak Basuki menambahkan, dia akan melakukan pemeriksaan di sana pada 19 Juli,” tulis CNA.

Sejumlah infrastruktur di Nusantara harus selesai bulan ini, termasuk Kantor Kepresidenan, Istana Kepresidenan, empat kompleks kantor Menteri Koordinator, serta lapangan khusus tempat peringatan HUT Kemerdekaan.

Perumahan untuk 36 menteri serta 12 dari 47 menara tempat tinggal pegawai negeri sipil (PNS) juga ditargetkan selesai segera. Sekitar 12.000 PNS dari 38 kementerian dan lembaga diperkirakan akan pindah ke Nusantara pada bulan September.

Tahap akhir pembangunan Nusantara sendiri dijadwalkan selesai pada peringatan seratus tahun Indonesia pada tahun 2045. (*)

Editor: Darmawan

  • Bagikan