Menu
Leading News For Education For Aceh

Bejat, Usai Direcoki Minuman Keras, Pelajar SMA di Aceh Selatan Dirudapaksa 6 Pemuda

  • Bagikan
Usai Direcoki Minuman Keras, Pelajar SMA di Aceh Selatan Dirudapaksa oleh 6 Pemuda
Ilustrasi

ACEHSIANA.COM, Tapaktuan – Sebuah peristiwa tragis terjadi di Aceh Selatan, tepatnya pada Lebaran ketiga, Jumat (12/4). Seorang pelajar SMA berusia 18 tahun, (sebut saja namanya Bunga), menjadi korban pemerkosaan oleh enam pemuda di daerah tersebut.

Awalnya, Bunga diajak jalan-jalan oleh seorang temannya berinisial BB. Mereka berdua berangkat dari rumah untuk berkeliling, namun perjalanan itu berubah menjadi mimpi buruk bagi Bunga. BB membawa Bunga ke tempat yang jauh dari kampung halamannya, dan setelah itu, diajak ke Kecamatan Meukek yang berjarak sekitar 65 kilometer dari kampung Bunga.

Di sana, Bunga mulai curiga akan diperlakukan tidak baik setelah diberi minuman keras oleh BB. Meskipun demikian, perempuan itu tetap bersikap waspada dan meminta agar segera dibawa pulang. Namun, alih-alih pulang, BB membawa Bunga ke Tapaktuan, yang berjarak sekitar 32 kilometer dari Kluet Utara.

Tiba di Tapaktuan, mereka nongkrong di sebuah ruang terbuka hijau, di mana Bunga kembali direcoki dengan minuman keras. Setelah meminum minuman tersebut, Bunga tak sadarkan diri.

Ketika Bunga terbangun, dia sudah berada di sebuah kafe di Pasie Lembang, dengan kejutan yang besar setelah menyadari bahwa dia telah ditiduri paksa oleh enam pemuda. Keluarga Bunga yang khawatir karena dia tidak pulang hingga larut malam, sangat marah dan tidak terima ketika mengetahui kejadian tersebut.

Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Kontak Intra Advokasi Aceh Selatan (YLBH Kontra), Adv. Mhd Misri SH, menyatakan bahwa korban pemerkosaan tidak perlu takut untuk melaporkan kejadian tersebut.

“YLBH Kontra siap memberikan bantuan hukum secara gratis kepada korban pemerkosaan dan tindak kekerasan seksual lainnya,” ujar Misri.

Dikatakan Misri bahwa kebanyakan korban pelecehan seksual dan pemerkosaan berasal dari kalangan masyarakat ekonomi lemah yang kesulitan mengakses proses hukum yang berkeadilan.

“YLBH Kontra merasa berkewajiban untuk memberikan bantuan gratis kepada para pencari keadilan dari kalangan ekonomi lemah,” sebut Misri.

“Kami berharap agar pelaku kejahatan ini segera ditangkap dan diberikan hukuman yang setimpal, serta semoga Bunga dan keluarganya mendapatkan keadilan atas peristiwa tragis yang menimpa mereka,” pungkas Misri. (*)

Editor: Darmawan

  • Bagikan