Menu
Leading News For Education For Aceh

Terkait Kenakalan Remaja, KCD Pendidikan Lhokseumawe Sebut Pihak Sekolah Siap Bina Siswa Lebih Optimal

  • Bagikan
Terkait Kenakalan Remaja, KCD Pendidikan Lhokseumawe Sebut Pihak Sekolah Siap Bina Siswa Lebih Optimal

ACEHSIANA.COM, Lhokseumawe – Terkait adanya kenakalan remaja yang terjadi di Kota Lhokseumawe dengan melibatkan beberapa siswa, Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah Kota Lhokseumawe, Supriariadi SPd, menyebutkan bahwa pihak sekolah siap membina siswa lebih optimal. Hal itu disampaikan Supriariadi di hadapan anggota Komisi VI DPRA Aceh, pada Kamis (2/2) di Lhokseumawe.

Komisi VI DPR Aceh mengunjungi Cabang Dinas Pendidikan (CDP) Wilayah Kota Lhokseumawe untuk mencari solusi terkait kenakalan siswa yang terjadi beberapa waktu lalu di Kota Lhokseumawe.

Kunjungan resmi komisi tersebut dihadiri ketua Komisi VI, Anwar Husen, Wakil ketua Tantawi, anggota Kartini Ibrahim, Sofyan Puteh dan Nurlelawati.

Supriariadi menyampaikan bahwa kejadian perkelahian antar siswa di tengah malam tersebut sangat disesalkan terjadi.

“Kejadian yang terjadi tengah malam tersebut sangat kita sesalkan terjadi, apalagi di luar jam belajar dan lingkungan sekolah. Kejadian ini diluar sepengetahuan guru. Kita akan optimalkan pendidikan karakter dan proses edukasi untuk pencegahan agar tidak terulang lagi,” ujar Supriariadi.

Dikatakan Supriariadi bahwa tugas kepala sekolah dan guru adalah untuk mengantisipasi agar kerjadian tersebut tidak terulang kembali dengan pembinaan yang optimal untuk masing-masing siswa.

“Kami akan berkerja lebih optimal untuk mencegah terjadinya kenakalan antar siswa di kemudian hari dengan berkoordinasi dengan komite sekolah dan orang tua siswa,” sebut Supriariadi.

Ketua Komisi VI DPRA, Anwar Husen menjelaskan bahwa tujuan Komisi VI mengunjungan Cabang Dinas bukan untuk mencari dimana kesalahan dan siapa yang salah untuk mencari solusi agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

Anwar meminta pihak sekolah harus lebih optimal dalam pembinaan siswa dengan melibatkan pihak keamanan dan muspika sehingga sosialisasi dari pihak tersebut lebih berkesan kepada siswa.

“Dalam upacara bendera, kepala sekolah bisa mengundang Kapolsek, Polres, Jaksa dan Muspika untuk membina langsung siswa. Disamping itu juga sering koordinasi dengan Komite sekolah dan orang tua agar kejadian ini tidak terulang kembali. KCD mohon untuk berkoordinasi dengan Disdik Kota Lhokseumawe karena ada juga terlibat siswa SMP. Mereka semua adalah anak anak kita di Lhokseumawe,” ucap Anwar.

Kepala SMK N 1 Lhokseumawe, Irwan dalam tanggapannya mengatakan pihak sekolah sudah membina siswa sesuai prosedur yang ditentukan seperti berkoordinasi dengan komite dan orang tua siswa. Bahkan ada wali kelas pergi langsung ke rumah siswa untuk berkoordinasi dengan orang tua siswa namun masih juga terjadi yang yang diluar dugaan tersebut.

“Ada wali kelas yang dimarahi orang tua siswa saat mengunjungi dan berkoordinasi dengan mereka. Bahkan saat ini semua sekolah melakukan razia bagasi honda dan tas mereka sebulan sekali. Kepala sekolah juga rutin melakukan razia di cafe-cafe saat jam belajar, sehingga diharapkan kejadian perkelahian siswa tidak terulang Kembali,” urai Irwan.

Kunjungan tersebut juga dihadiri oleh Kabid SMA dan PKLK Dinas Pendidikan Aceh Dr HamdaniMPd dan Kabid GTK Muksalmina MSi beserta seluruh pengawas sekolah di CDP Wilayah Kota Lhokseumawe. (*)

Kontributor: Zul

Editor: Darmawan

  • Bagikan