Syamsiah Ismail Pemenang I Sayembara Balai Bahasa Aceh

0
38
Syamsiah Ismail
Syamsiah Ismail (doc. Humas Pemko Lhokseumawe)

ACEHSIANA.COM, Lhokseumawe – Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Syamsiah Ismail MPd keluar sebagai pemenang I Sayembara Penulisan Buku Bahan Bacaan Membaca Awal untuk Anak SD tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Aceh. Kepastian tersebut diumumkan melalui koran Harian Serambi Indonesia pada Senin (25/11) bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2019.

Syamsiah Ismail yang juga pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Lhokseumawe itu menjadi pemenang I atas karyanya yang berjudul Manyak dari Gle Kuprai.

Ketua IGI Kota Lhokseumawe, Jon Darmawan MPd mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih Syamsiah Ismail. Menurut Darmawan, Syamsiah Ismail merupakan sosok yang sangat optimis dalam mengikuti kegiatan literasi. Bahkan, lanjut Darmawan, prestasi Syamsiah Ismail sangat luar biasa dan sering memenangkan lomba di tingkat nasional.

Syamsiah Ismail kepada acehsiana.com mengaku sangat terharu atas raihan prestasi tersebut. Menurut Syamsiah, ia menulis karya tersebut dalam waktu 6 (enam) hari. Bacaan tersebut, lanjut Syamsiah, ditujukan untuk pembaca awal kelas IV sampai dengan VI SD/MI.

“Isi cerita berkisar tentang masa kecil penulis yang hidup dalam keterbatasan materi di era 1970-an, namun memiliki semangat belajar tinggi untuk mewujudkan mimpi. Sebuah majalah mingguan di masa kecil, Si Kuncung namanya menjadikan penulis menyukai dunia membaca. Kerap mengisi waktu rehat di sekolah tanpa jajan, tetapi membaca Si Kuncung atau lari ke perpustakaan sekolah,” kisah Syamsiah.

Lebih lanjut Syamsiah menerangkan bahwa dalam kesibukan mengerjakan tugas kepengawasan, ia, berusaha meluang waktu menulis untuk lomba Balai Bahasa Aceh. Ajang tersebut, kata Syamsiah, merupakan lomba tahunan yang digelar setiap tahun oleh Balai Bahasa seluruh provinsi di Indonesia.

Bagi Syamsiah, menulis sudah keharusan. Apa yang dilihat dan dialami, ungkap Syamsiah, semua terpikir untuk ditulisnya. Bahkan menurut Syamsiah, mengikuti setiap lomba yang diketahuinya merupakan hal menarik yang tidak mau dilewatkan.

“Terima kasih saya ucapkan keluarga, teman sejawat sesame Pengawas, Komunitas penulis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta yang telah mengasah penulis untuk menulis bacaan anak, komunitas guru penulis yang tergabung dalam Ikatan Guru Indonesia (IGI), dan semua pihak yang telah membantu hingga kelarnya buku tersebut,” pungkas Syamsiah.

Berdasarkan penelusuran tim acehsiana.com, Syamsiah sudah 3 (tiga) kali memenangkan lomba dan bukunya telah diterbitkan oleh Kemendikbud. Ketiga buku tersebut adalah Budi Pekerti /Adab Sehari-Hari (tahun 2008), Kisah Putroe Phang dari Aceh(tahun 2017), dan Mencari Tempat Tinggal Srikandi Aceh Cut Nyak Meutia (tahun 2018).

Adapun para pemenang Sayembara yang dilaksanakan Balai Bahasa Aceh, Sayembara Penulisan Buku Bahan Bacaan Membaca Dini untuk Anak SD, Pemenang I diraih oleh Reni Gemasih, juara II jatuh pada Muhammad Rizqi, dan juara III diperoleh oleh Wahidah Nasution.

Sayembara Penulisan Buku Bahan Bacaan Membaca Awal untuk Anak SD, juara I diraih oleh Syamsiah Ismail, juara II jatuh pada Ramajani Sinaga, dan juara III diperoleh oleh Mahdi Idris. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini