2 C
Munich
Jumat, Desember 2, 2022

Sebut Bupati Aceh Selatan Dungu, For-PAS Nilai Ahyadin Tidak Beretika

Must read

ACEHSIANA.COM, Tapaktuan – Ketua umum Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (Hamas) menyebutkan bahwa Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran, dungu akut, Forum Peduli Aceh Selatan (For-PAS) menilai sebutan tersebut menunjukkan Ahyadin selaku Ketua Hamas, tidak beretika. Penilaian tersebut disampaikan Koordinator For-PAS, T Sukandi pada Sabtu (4/6) di Tapaktuan.

Menurut T Sukandi, sebutan tersebut merupakan vonis tendesius yang tidak beretika serta ngawur karena menyerang Bupati yang notabene representatif masyarakat Aceh Selatan.

“Menelusuri rekam jejak Hamas secara  faktual via komunikasi di dapat keterangan dari para pihak secara kronologis tentang pelaksanaan Mubes Hamas yang terjadi dualism,” ujar T Sukandi.

Dikatakan T Sukandi, Mubes Hamas versi Darwis dengan dihadiri oleh 12 Paguyuban dari 18 paguyuban yang ada di Aceh Selatan, secara konstitusi dianggap sudah refresentatif karena telah memenuhi quorum.

“Kemudian digelar lagi Mubes Hamas tandingan versi Ahyadin dengan dihadiri 4 paguyuban dari 18 paguyuban yang ada di Aceh Selatan. Saya hanya ingin menilai tentang pernyataan Ahyadin yang telah menyerang Bupati Aceh Selatan secara tendensius,” sebut T Sukandi.

T Sukandi menambahkan bahwa pernyataan tersebut telah keluar dari kaedah-kaedah etika dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Bupati Aceh Selatan Itu adalah pemerintah  yang refresentatif masyarakat Kabupaten Aceh Selatan.

“Menghina Bupati Aceh Selatan itu sama dengan menghina seluruh masyarakat Aceh Selatan itu sendiri. Pernyataan Ahyadin ini adalah pernyataan yang destruktif sifatnya,” tutur T Sukandi.

T Sukandi mengungkapkan bahwa bila yang dikoreksi Ahyadin adalah kinerja Bupati atau kinerja Pemerintah Aceh Selatan itu dengan keras maka itu adalah bagian kebebasan berpendapat yang dilindungi oleh Undang-undang.

“Saran saya kepada Ahyadin yang terpelajar, cabut kalimat penghinaan, seperti tudingan kata dungu yang berulang kali dituduhkan ke Bupati. Demikian kata otak dan pikiran Bupati yang kata-kata ini adalah tudingan yang sangat menghina dan telah mencemarkan nama baik Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan yang disampaikan melalui media itu,” terang T Sukandi.

T Sukandi menuturikan, apalagi Ahyadin menilai Bupati kurang ingat dan lebih skeptis lagi menilai Bupati tidak berpengalaman dalam berorganisasi (Bupati itu Kepala Organisasi Pemerintahan Kabupaten).

“Saya menilai pendapat Ahyadin ini adalah pendapat yang sangat dangkal dan ngawur sifatnya. Sekali lagi saran saya pada Ahyadin cabut dan mohon maaf secara terbuka pada Bupati Aceh Selatan via media tentang pernyataan yang ngawur itu sebelum menjadi bumerang yang akan mencelakai diri Ahyadin sendiri,” tutup T Sukandi. (*)

Editor: Darmawan

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article