4.7 C
Munich
Selasa, November 29, 2022

Plt Gubernur Aceh Keluarkan Surat Edaran Kegiatan Belajar Mengajar di Rumah

Must read

ACEHSIANA.COM, Banda Aceh – Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT mengeluarkan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar dan Mengajar di Rumah bagi siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), dan Pendidikan Dasar (SD dan SMP), serta SMA/SMK. Kebijakan tersebut diambil guna mengantisipasi meluasnya penyebaran Virus Corona (Covid-19) di seluruh dunia.

Surat Edaran bernomor 440/4989 yang ditanda tangani oleh Plt Gubernur Aceh itu dengan cepat beredar luas di media sosial.

Plt Gubernur Aceh memberitahukan kepada para Bupati/Walikota agar dapat mengeluarkan Intruksi belajar di rumah bagi siswa PAUD, TK, SD, dan SMP sesuai dengan kewenangannya. Sementara Kepala Dinas Pendidikan Aceh diminta untuk mengkoordinir pelaksanaan belajar di rumah bagi siswa SMA/SMK.

“Kadis Pendidikan Dayah Aceh kita minta untuk mengkoordinir pelaksanaan belajar di rumah bagi Dayah Terpencil, Dayah Perbatasan, dan Dayah Madrasah Ulumul Qur’an yang menjadi kewenangan Pemerintah Aceh,” ujar Nova dalam Surat Edaran tersebut.

Lebih lanjut Nova menjelaskan bahwa kegiatan belajar mengajar di rumah dilaksanakan selama 14 hari pada tanggal 16-30 Maret 2020. Sementara terkait Ujian Nasional, Nova minta tetap dilaksanakan sesuai jadwal berdasarkan kebijakan pemerintah.

“Pimpinan Satuan Pendidikan agar meminta pendidik untuk memberikan tugas pekerjaan rumah bagi siswanya melalui media daring (online) atau media lainnya. Pendidik dan Tenaga Kependidikan tetap wajib melayani dan memantau pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di rumah,” tegas Nova.

Pada bagian akhir Surat Edaran tersebut, Nova meminta agar pimpinan satuan pendidikan melaporkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di rumah kepada Gubernur, Bupati/Walikota, dan Kepala Kemenag Aceh sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Sebelumnya Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Lhokseumawe menyarankan untuk menggunakan pembelajaran jarak jauh.

Ketua IGI Kota Lhokseumawe, Jon Darmawan SPd MPd menjelaskan bahwa perkembangan teknologi saat ini sangat memungkinkan melakukan pembelajaran jarak jauh. Menurut Darmawan, pembelajaran dapat berlangsung dalam jaringan, misalnya menggunakan kelas digital maupun berbasis virtual melalui video conference.

“Saat ini banyak sekali aplikasi-aplikasi kelas digital yang dapat kita gunakan. Sebut saja Google Classroom, Microsoft Teams, Edmodo, dan beberapa kelas digital lainnya. Kita juga dapat menggunakan platform Learning Management System (LMS) seperti Rumah Belajar, moodle, quipper school, maupun LMS lainnya,” ujar Darmawan.

Lebih lanjut Darmawan menambahkan bahwa IGI sejak tahun 2016 sudah merintis pembelajaran jarak jauh menggunakan konsep virtual. Sarasehan Dalam Jaringan (SADAR IGI), lanjut Darmawan, setiap minggu selalu hadir menggunakan platform webex.

“Kita juga sudah melatih ribuan guru se-Indonesia dan ratusan guru se-Aceh tentang virtual learning melalui kegiatan Virtual Coordinator Training (VCT) yang bekerjasama dengan SEAMEO dan SEAMOLEC. Alumni VCT ini dapat diberdayakan untuk melakukan pembelajaran berbasis virtual selama libur sekolah berlangsung,” ungkap Darmawan yang dipercayakan sebagai Koordinator VCT Wilayah Aceh itu.

Dikatakan Darmawan, virtual learning menggunakan video conference dapat mengontrol siswa selama pembelajaran berlangsung dengan meng-on-kan fitur video. Sementara banyak kelas digital yang tidak memiliki fitur tersebut. Apalagi, terang Darmawan, mayoritas siswa Aceh memiliki Android maupun laptop yang dapat melancarkan proses virtual learning.

“Tidak mesti harus webex, kita juga dapat menggunakan platform lainnya yang serupa seperti Google Meet dan Skype jika menggunakan Microsoft. Insya Allah IGI siap membantu jika diperlukan,” pungkas Darmawan. (*)

Editor: Hamid

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article