Menu
Leading News For Education For Aceh

Nadiem Ungkap Rapor Pendidikan Belum Digunakan Seluruh Satuan Pendidikan

  • Bagikan
Nadiem Makarim: SPBE Dukung Transformasi Digital Pendidikan
Mendikbudristek Nadiem Makarim

ACEHSIANA.COM, Jakarta – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengungkapkan bahwa Rapor Pendidikan telah digunakan oleh 95 persen sekolah di seluruh Indonesia. Namun, masih ada lima persen sekolah yang belum menggunakan platform tersebut.

Rapor Pendidikan adalah platform yang mampu melakukan ragam penilaian terhadap satuan pendidikan. Paling tidak ada 11 indikator yang menilai kemampuan dasar peserta didik, karakter, inklusivitas hingga keselarasan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.

Nadiem menjelaskan, Rapor Pendidikan dapat menjadi cerminan dan bahan refleksi bagi sekolah untuk melakukan evaluasi dan perbaikan pendidikan.

“Lebih dari 60 persen sekolah telah mulai menggunakan data dari rapor pendidikan tersebut,” ujar Nadiem.

Nadiem menyebutkan bahwa hasil dari Rapor Pendidikan dimanfaatkan sekolah untuk membantu perencanaan kegiatan tahunan sekolah.

“Pendekatan pengambilan keputusan berbasis data ini menjadi langkah perubahan signifikan dari ketergantungan pada bukti anekdotal di tahun-tahun sebelumnya,” jelas Nadiem.

Nadiem juga menyatakan, Kemendikbudristek selalu meyakini peran teknologi sebagai enabler. Teknologi tidak akan menggantikan peran guru, tenaga pendidik, dan kepala sekolah.

“Teknologi kita manfaatkan dalam dunia pendidikan untuk memaksimalkan potensi sumber daya manusia dalam mengakselerasi perubahan ke arah yang lebih baik,” sebut Nadiem.

Sementara itu, Platform Merdeka Mengajar (PMM) terus meningkat. Saat ini semakin banyak guru yang bergabung pada platform pembelajaran dan berbagai praktik baik pengajaran itu. Pada 2019, hanya 620 ribu guru yang menggunakan PMM. Per November 2023, sudah 4,1 juta guru yang memanfaatkan PMM.

“Peningkatannya tujuh kali lipat dibandingkan tahun 2019 lalu,” ucap Nadiem.

Dari data yang disampaikan, dari 4,1 juta guru itu, 40 persen di antaranya merupakan guru yang berada di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Nadiem menyebutkan, pemanfaatan PMM kini telah berdampak pada perubahan mental para guru. Ada budaya baru yang terbentuk dari pemanfaatan teknologi itu.

“Hal ini menyebabkan pergeseran budaya di kalangan pelaku pendidikan di seluruh negeri menuju mentalitas pembelajar sepanjang hayat dan fokus untuk memberikan pembelajaran berkualitas bagi murid,” tutur Nadiem.

Nadiem menerangkan, PMM sedikit banyak telah membantu meningkatkan keterampilan belajar mengajar guru-guru di Indonesia. Di mana, kata dia, penggunaan PMM memang didominasi untuk pengembangan pembelajaran.

“Sebesar 84 persen memanfaatkannya untuk aktivitas terkait pembelajaran, seperti Pelatihan Mandiri dan webinar,” pungkas Nadiem. (*)

Editor: Darmawan

  • Bagikan
"zone name","placement name","placement id","code (direct link)" direct-link-575147,DirectLink_1,17796333,https://earlierindians.com/j9hc8f2u?key=0215f31837d1d1f6258a99206aaefbf3 direct-link-575147,DirectLink_2,19132374,https://earlierindians.com/n0znctu1?key=472816a51fea2a2e83dc52e72f60df5a