3.1 C
Munich
Kamis, Desember 1, 2022

Mengharukan, Siswa SD Ini Harus Jualan Susu Demi Membeli HP untuk Belajar Daring

Must read

ACEHSIANA.COM, Blora – Mengharukan mengetahui perjuangan siswa SD Negeri 3 Cepu, Blora, Jawa Tengah, Muhammad Zeza Ramadhan (12) untuk dapat belajar daring. Demi untuk dapat membeli smartphone agar bisa belajar daring, Zeza harus berjualan susu segar setiap pagi. Zeza mengaku, sebagaimana dilansir detik.com, menjual susu segar itu dengan harga Rp. 2000,- per bungkus.

“Sudah jualan sejak Juni lalu, Mas. Saya ingin membeli HP buat belajar online. Ibu yang buat susu, saya yang jualan. Karena ayah kerja di laut mencari cumi di Merauke,” ujar Zeza saat ditemui detikcom di tempat mangkalnya di Tuk Buntung Cepu, Kamis (24/9).

Zeza merupakan anak pertama pasangan Nurul (38) dan Tedi (42), warga Sidodadi RT 3 RW 16 Kelurahan Cepu, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Zeza mengaku sejak belajar di rumah karena pandemi COVID-19, dia mengerjakan tugas sekolah menggunakan lembar kerja siswa dan tidak menggunakan smartphone.

“Saya belajar dengan mengisi LKS,” kata Zeza dengan sedikit malu.

Setiap hari, Zeza yang juga mempunyai adik usia 5 tahun ini berangkat dari rumahnya sekira pukul 6.00 WIB dan pulang pukul 10.00 WIB. Ia mangkal dan menjajakan susu segar rasa cokelat, stroberi dan vanila buatan ibunya. Uang hasil jualan susu kemudian dia berikan ke ibu untuk disimpan.

“Kadang saya bawa 24 bungkus susu dan habis. Biasanya dapat uang Rp 48 ribu. Uangnya saya berikan ibu,” ungkap Zeza.

Dengan cekatan dan tanpa canggung, sesekali Zeza melayani pelanggannya. Dengan modal sepeda ontel yang di depannya dipasang keranjang dan bagian boncengan diberi busa berbentuk kotak sebagai tempat es, setiap pagi Zeza mangkal tidak jauh dari rumah dinas Administratur Perhutani KPH Cepu.

Terpisah, Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Cepu, Tarmidi, menjelaskan mayoritas siswa SDN 3 Cepu memiliki smartphone untuk belajar di rumah dengan sistem daring. Tapi juga ada yang belajar luring.

“Saat pandemi ini, siswa belajar di rumah dengan sistem daring dan luring. Untuk daring bisa dengan virtual ataupun video call,” jelas Tarmidi. (*)

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article