4.7 C
Munich
Selasa, November 29, 2022

Mendikbud Ingin Porsi Dana BOS 2021 Sekolah Pelosok Lebih Besar

Must read

ACEHSIANA.COM, Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menginginkan porsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2021 lebih besar bagi sekolah pelosok terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Hal tersebut disampaikan Nadiem dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR pada Rabu (23/9).

Guna mewujudkan keinginan tersebut, Nadiem Makarim bakal mengubah metode penghitungan dana BOS pada 2021 mendatang.

Dikatakan Nadiem bahwa selama ini perhitungan dana BOS yang berdasarkan jumlah murid menimbulkan ketidakadilan, khususnya di sekolah yang memiliki jumlah murid sedikit serta berada di daerah 3T.

“Tapi di lapangan, sekolah yang jumlah muridnya kecil, sarana dan kualitasnya sangat kecil, itu akan merugikan sekolah di daerah yang tidak mampu dan murid sedikit,” ujar Nadiem.

Nadiem menjelaskan bahwa pihaknya mengubah metode penghitungan BOS menjadi dua variabel yakni indeks kemahalan konstruksi (IKK) dan indeks besaran peserta didik (IPD).

Menurut Nadiem, metode IKK digunakan untuk menentukan apakah area sebuah sekolah sulit dicapai atau tidak. Namun demikian, ia memastikan tak akan ada sekolah yang mengalami penurunan penerimaan dana BOS.

Nadiem mengklaim perubahan penghitungan dana BOS ini justru akan membuat sekolah yang berada di daerah 3T dan memiliki jumlah murid sedikit akan menerima dana BOS yang lebih baik.

Pendiri Gojek itu menyebut pihaknya juga menambah anggaran yang berasal dari realokasi dana BOS afirmasi dan BOS kinerja sebesar Rp2,5 triliun.

“Besaran dana BOS tidak bisa disamakan satu sekolah dengan sekolah lainnya. Sekolah yang lebih berhak menerima bantuan kita, seharusnya menerima uang yang lebih,” pungkas Nadiem.

Sebagai informasi, pada tahun ini, dana BOS dalam APBN dialokasikan sebesar Rp54,32 triliun untuk 45,4 juta jiwa. Dana BOS dibagi menjadi tiga jenis, yaitu BOS reguler, BOS kinerja dan BOS afirmasi. Jumlah tersebut meningkat sebesar 6,03 persen dibanding 2019. (*)

Editor: Darmawan

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article