2 C
Munich
Jumat, Desember 2, 2022

Memahami Beban Kerja “UMAR BAKRI”

Must read

oleh
Feri Irawan, S.Si.,M.Pd (Kepala SMKN 1 Jeunieb}

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2018, yang dimaksud dengan Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Sesuai dengan perubahan tugas guru yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, beban kerja guru paling sedikit memenuhi 24 jam tatap muka dan paling banyak 40 jam tata muka dalam 1 (satu) minggu.

Tugas guru bukan hanya sekedar melaksanakan proses belajar mengajar secara tatap muka di kelas, melainkan mulai dari merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, hingga melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok yang dilaksanakan dalam delapan jam per hari (pola Lima Hari Sekolah).

Selanjutnya ketentuan lebih lanjut mengenai beban kerja guru tersebut diatur dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 (permendikbud 23/2017) tentang Hari Sekolah atau tentang lima hari kerja di sekolah dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2018 (permendikbud 15/2018) tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah.

Melalui permendikbud 23/2017, terrhitung tahun pelajaran 2017/2018 guru sudah diwajibkan memenuhi ketentuan beban kerja 40 jam kerja dalam satu minggu. Pada pasal 2 ayat (1) permendikbud 23/2017 disebutkan bahwa Hari Sekolah dilaksanakan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

Selanjutnya pasal 2 ayat (2) dinyatakan bahwa ketentuan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), termasuk waktu istirahat selama 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

Kemudian dalam pasal 10 permendikbud 23/2017 menjelaskan bahwa Guru pada Sekolah yang belum dapat melaksanakan ketentuan Hari Sekolah selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu tetap melaksanakan ketentuan 40 (empat puluh) jam dalam 1 (satu) minggu untuk memenuhi beban kerja guru.

Beban kerja guru yang dimaksud meliputi merencanakan pembelajaran atau pembimbingan; melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan; menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan; membimbing dan melatih Peserta Didik; dan melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja Guru.

Sedangkan permendikbud 15/2018, dimana didalam peraturan tersebut guru wajib melaksanakan jam kerja 40 jam dalam seminggu (senin—sabtu bagi sekolah yang menerapkan 6 hari kerja dalam seminggu atau senin—jum’at bagi sekolah yang menerapkan 5 hari kerja dalam seminggu).

Dengan demikian bagi sekolah yang melaksanakan 6 hari kerja berarti jam kerja efektif setiap harinya adalah 37,5 jam dibagi 6 sama dengan 6,25 jam (6 jam 15 menit), sedangkan jam istirahatnya setiap hari adalah 2,5 jam dibagi 6 sama dengan 0,4 jam (= 24 menit).

Maka jam efektif ditambah jam istirahat sama dengan 6 jam 39 menit (atau dibulatkan 6 jam 40 menit). Ini berarti jika sekolah menjadwalkan masuk jam 07.30 WIB maka pulangnya jam 14.10 WIB Artinya,  sekolah yang masuk pukul 07.30 akan pulang pada pukul 14.10 WIB.

Jika masuk jam 08.00, jam berakhirnya sekolah adalah pukul 14.40 WIB. Jika jam masuk ada sedikit keterlambatan, maka jam pulang juga harus disesuaikan. 37,5 (tiga puluh tujuh koma lima) jam itu pun tidak selalu berupa tatap muka.

Namun, bisa diimplementasikan dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler Secara perhitungan matematika seperti itu.
Sebenarnya hal ini tidak perlu diperdebatkan karena peraturan jumlah jam kerja efektif PNS dalam seminggu adalah 37,5 jam berlaku untuk seluruh PNS sejak lama.

Sebagai Guru yang berstatus PNS, guru itu harus patuh terhadap aturan yang mengatur PNS secara umum, selain juga harus mematuhi aturan-aturan yang menyangkut profesi sebagai guru.

Secara ilustrasinya begini, Guru SMK mengajar 1 jam pelajaran sama dengan 45 menit, maka jika ia mengajar 24 jam pelajaran dalam seminggu berarti ia mengajar dalam seminggu sejumlah 24 x 45 menit sama dengan 1.080 menit (= 18 jam). Kewajibannya sebagai guru telah dipenuhi karena jam wajib guru mengajar adalah 24 jam pelajaran, namun kewajibannya sebagai PNS tidak terpenuhi, yaitu masih kurang 37, 5 jam – 18 jam = 19,5 jam dlam seminggu.

Andaipun 1 jam pelajaran 45 menit itu dianggap bobotnya sama dengan 60 menit, maka kewajibannya  sebagai PNS tetap tidak terpenuhi, yaitu masih kurang 37,5 jam – 24 jam = 13,5 jam.

Dengan demikian, 13,5 jam (2,25 jam/hari x 45 menit = 101,25 menit/hari) yang masih kurang untuk memenuhi beban kerja 37,5 jam efektif, guru bisa memanfaatkan waktu luang untuk merefleksi kegiatan pembelajaran setiap hari, memeriksa seluruh pekerjaan siswa setiap hari, menghidupkan Gerakan Literasi Sekolah melalui kegiatan membaca dan menulis, dan berdiskusi dengan rekan sejawat, serta kegiatan lainnya.

Secara umum, beban kerja seorang pegawai baik pegawai pemerintahan maupun pegawai swasta (perusahaan) dalam satu minggu adalah 40 jam kerja. Jadi, beban kerja guru selama 40 jam kerja ini tentunya bukan sebuah beban kerja baru di dunia kerja. Namun jika melihat kondisi real di lapangan, beban kerja 40 jam kerja dalam satu minggu ini memberikan tekanan bagi seorang guru.

Karena beban kerja ini berkaitan dengan penghasilan (kesejahteraan) yang harus diterima guru. Selain itu, jika dilhat dari tugasnya, melaksanakan tatap muka selama 5 jam tidak bisa disamakan dengan tugas pegawai lain (misalnya berhubungan dengan alat-alat/ kerta dan pena) selama 5 jam.

Sebagai contoh, jika mengikuti pola 6 Hari Sekolah dalam satu minggu, maka guru harus masuk kerja selama enam hari (senin-sabtu) dan beristirahat hanya di hari minggu. Sementara pegawai pada umumnya masuk kerja 5 hari kerja. Ini “memaksa” guru untuk tidak memiliki kehidupan sosial.

Sebagai negara yang kaya akan adat istiadat, khususnya Provinsi Aceh, pada umumnya guru juga harus mengikuti adat di Gampong masing-masing. Namun dengan keadaan ini, guru tidak dapat mengikuti kegiatan adat keluarga, teman, tetangga, bahkan untuk dirinya sendiri.

Belum lagi jika dikaitkan dengan anak sendiri, guru mendidik anak orang lain di sekolah selama 6,25 jam, namun anak sendiri tanpa didikan dari dirinya.

Selanjutnya, sebagai tenaga profesional, guru yang telah memiliki sertifikat pendidik berhak mendapat tunjangan profesional sebesar satu bulan gaji setiap bulan. Dengan catatan, jika beban kerja guru tidak terlaksana (3 hari dalam satu bulan), maka guru tidak berhak atas tunjangan profesional tersebut.

Bagi guru yang memiliki sertifikat pendidik, ini tentunya mewajibkan (terpaksa) guru untuk melaksanakan beban kerja demi pendapatan tersebut. Hasilnya, menjadikan guru seorang yang materialistis (bisa bertentangan dengan prinsip guru).

Namun jika dikalkulasikan, misalnya seorang guru dengan gaji Rp. 3.000.000,- perbulan (untuk golongan III) maka dia berhak mendapatkan tambahan gaji satu bulan, sehingga gaji guru tersebut Rp. 6.000.000,- per bulan.

Coba dibandingkan dengan tenaga profesional lainnya dengan beban kerja 40 jam kerja perminggu, gaji mereka tentu jauh lebih besar.
Lalu, bagaimana dengan guru yang belum memiliki sertifikasi atau guru di sekolah swasta atau yang masih berstatus honor daerah atau sekolah yang memiliki penghasilan sekitar Rp. 500.000 – Rp. 1.500.000 perbulan, apakah beban kerja guru ini cukup adil?

Sekali lagi ini hanya opini dari beberapa tanggapan teman guru yang ada di sekolah. Kiranya perlu perhatian pemerintah, atau stimulus dari pemerintah untuk meringankan guru memahami beban kerja guru selama 40 jam kerja dalam satu minggu ini

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article