4.7 C
Munich
Selasa, November 29, 2022

Lima Profesor Baru USK Dikukuhkan, Ini Kepakarannya

Must read

ACEHSIANA.COM, Banda Aceh – Sebanyak 5 (lima) professor baru di lingkungan Universitas Syiah Kuala (USK) dikukuhkan. Pengukuhan tersebut dilakukan oleh Rektor USK, Prof Dr Marwan pada Kamis (2/6) di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh.

Pengukuhan kelima professor tersebut dipimpin oleh Ketua Senat USK, Prof Abubakar yang berlangsung secara daring dan luring.

Adapun kelima profesor baru yang dikukuhkan adalah Prof Dr A. Halim, Prof Sugiarto, Prof Mukhlis Yunus, Prof Agussabti, dan Prof Muhammad Hambal.

Rektor USK, Prof Dr Marwan, menjelaskan bahwa meskipun berbagai kendala serta keterbatasan, terutama karena dua tahun terakhir ini dihadapkan dengan pandemi Covid-19, akan tetapi laju pertumbuhan jumlah profesor di USK masih relatif terjaga. Bahkan, lanjut Marwan, cenderung meningkat dalam dua tahun terakhir.

Dikatakan Marwan bahwa saat ini jumlah dosen USK yang berusia relatif muda, bergelar doktor, dan memiliki jabatan fungsional lektor kepala terbilang cukup banyak. Marwan menyebutkan bahwa USK memiliki 413 orang dosen yang berjabatan lektor kepala hingga saat ini.

“Kita sangat berharap, bahwa mereka yang saat ini berjabatan lektor kepala, segera mencapai jabatan fungsional tertinggi mereka,” ujar Marwan.

Marwan menambahkan bahwa pihaknya menilai kepakaran kelima profesor baru tersebut sangat penting bagi kemashalatan umat. Misalnya kajian Prof Halim dalam pendidikan sains sangat penting untuk mengatasi permasalahan peserta didik selama ini dalam memahami sains. Karena kegagalan dalam memahami sains ternyata mempengaruhi upaya peningkatan kompetensi lainnya. Di sisi lain, ilmu sains terus berkembang dari satu konsep keilmuan ke konsep keilmuannya.

“Prof Halim mencoba untuk mengatasi permasalahan ini melalui pendekatan e-learning yang terintegrasi,” sebut Marwan.

Marwan melanjutkan paparannya bahwa Prof Sugiarto melalui kajiannya berupaya untuk mengatasi permasalahan transportasi yang terus menghantui kita selama ini, yaitu masalah kemacetan yang berdampak langsung pada kerugian ekonomi wilayah kota. Untuk itulah perlu adanya upaya mitigasi kemacetan untuk mengatasi semua permasalahan tersebut.

Kajian Prof Sugiarto ini sangat menarik, tutur Marwan, karena mencoba untuk menganalisis permasalahan transportasi tersebut dengan mengembangkan Disagregat model. Sebuah model yang dibangun berdasarkan teori perilaku rasional dalam pengambilan keputusan pergerakan transportasi.

“Kajian ini sangat tepat untuk diterapkan. Karena dapat digunakan untuk mengkaji efektivitas kebijakan transportasi. Dengan demikian, kita bisa menemukan formula kebijakan yang efektif untuk mengurai permasalahan transportasi selama ini,” ungkap Marwan.

Marwan menerangkan bahwa Prof Mukhlis Yunus berupaya menganalisis motivasi kerja aparatur pemerintah sehingga dapat meningkatkan kinerjanya. Kajiannya berhasil menyiratkan temuan, bahwa upaya untuk meningkatkan kinerja ASN harus difokuskan pada upaya peningkatan motivasi mereka dengan menyediakan lingkungan kerja yang kondusif, pemberdayaan ASN yang proporsional dan profesional, pengembangan talenta potensial, dan pengaturan skema pengembangan karir profesional, tepat sasaran dan tidak tebang pilih dan pilih kasih.

“Kajian ini harus menjadi rujukan bagi pemangku kebijakan, demi menghadirkan budaya organisasi atau institusi pemerintahan yang baik. Sebab selama ini, kita sering mendengar keluhan masyarakat terhadap kualitas pelayanan dari institusi pemerintahan,” urai Marwan.

Prof Agussabti, papar Marwan, mengkaji tentang bagaimana menerapkan kebijakan penyuluhan pertanian berbasis digital. Sebab selama ini kegiatan penyuluhan pertanian, khususnya di Aceh masih dilaksanakan secara konvensional. Akibatnya, kegiatan penyuluhan menjadi kurang dinamis dan kurang optimal di tengah kemajuan teknologi, khususnya bidang teknologi digital.

“Kajian Prof Agussabti ini merupakan inovasi pertanian yang sangat penting. Sebab hasil kajian ini mampu menjawab berbagai permasalahan pada kegiatan penyuluhan pertanian selama ini,” kata Marwan.

Lebih lanjut Marwan memaparkan bahwa Prof Hambal yang meneliti bagaimana mengatasi penyakit parasit zoonosis dengan pendekatan metode parasitologi molekular. Karena selama ini upaya mengatasi penyakit parasit biasanya menggunakan obat kimia yang beredar di pasaran.

Namun, pungkas Marwan, penggunaan yang tidak sesuai aturan telah menyebabkan terjadinya resistensi yang cukup tinggi. Oleh sebab itu, perlu upaya untuk mengurangi penggunaan obat kimia tersebut serta berusaha mencari obat baru yang alami.

“Kajian Prof Hambal merupakan terobosan yang sangat penting dalam mengatasi penyakit parasit, yang selama ini telah menjadi ancaman serius sektor peternakan di Indonesia,” tutup Marwan. (*)

Editor: Darmawan

- Advertisement -spot_img

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article