Kurikulum Baru, Informatika Jadi Pelajaran Wajib

0
18
Kurikulum Baru, Informatika Jadi Pelajaran Wajib
Siswa SMAN 7 Lhokseumawe mengikuti Penilaian Harian berbasis komputer dan game edukasi (doc. Darmawan)

ACEHSIANA.COM, Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) saat ini sedang menyusun kurikulum baru yang akan diterapkan pada tahun 2022. Mata pelajaran Informatika akan menjadi mata pelajaran wajib dalam kurikulum baru. Hal itu sebagaimana tercantum dalam dokumen paparan sosialisasi penyederhanaan kurikulum dan asesmen.

Berdasarkan pengamatan, sejumlah sekolah belum menerapkan mata pelajaran Informatika selama menggunakan Kurikulum 2013 sebagai patokan pembelajaran. Dalam Kurikulum 2013, pelajaran Informatika tak diwajibkan di seluruh sekolah.

Kepala Sekolah SMPN 52 Jakarta Timur, Heru Purnomo mengatakan sekolahnya tak memiliki guru informatika saat ini.

Sekolahnya pernah mempekerjakan guru informatika ketika penerapan Kurikulum 2006, di mana pelajaran teknologi informasi komunikasi (TIK) menjadi pelajaran wajib. Namun semenjak Kurikulum 2013 diterapkan, guru informatika tak lagi dibutuhkan di sekolah.

Heru menjelaskan meskipun Kurikulum 2013 memuat mata pelajaran prakarya & informatika, pada praktiknya sekolah hanya mengajarkan unsur prakarya.

“Di dalam pembelajarannya nilai rapor itu hanya mewajibkan nilai prakarya. Setelah berganti dengan Kurikulum 2013, TIK jadi tidak wajib, melainkan pilihan. Dalam rapor tapi juga tidak ada TIK. Jadi artinya kan ditiadakan,” ujar Heru sebagaimana dilansir cnnindonesia.com pada Selasa (22/9).

Ketika awal Kurikulum 2013 berlaku, guru diberi pemahaman bahwa mata pelajaran informatika tidak dibutuhkan karena seluruh pembelajaran diharapkan berbasis digital. Artinya siswa bisa mengerjakan dan mengumpulkan tugas menggunakan teknologi informatika.

Heru mendapati hal tersebut tak mengembangkan kemampuan informatika siswa ke arah yang lebih luas. Ia menilai dengan revolusi digital yang terus berkembang, seharusnya siswa diajarkan mengasah kemampuan digital di luar kemampuan teknis.

“Karena mereka tidak punya dasar kemampuan dan keterampilan untuk digitalisasi. Akhirnya mereka itu hanya sekedar bisa. Mereka bisa ngetik, bisa power point. Tapi yang lebih luas, seperti photoshop, itu tidak bisa,” lanjut Heru.

Oleh karena itu, Heru mendukung upaya pemerintah menjadikan informatika pelajaran wajib di kurikulum baru. Ia menilai siswa di sekolah sangat membutuhkan pengembangan informatika yang lebih luas sebagai bekal di masa depan.

Indra Kustoyo, guru Informatika di SMA Negeri 111 Jakarta mengatakan informatika masih menjadi mata pelajaran pilihan di sekolahnya. Mata pelajaran itu juga baru diterapkan tahun ini.

“Sementara ini informatika itu mata pelajaran pilihan. Dan untuk beberapa sekolah juga ada yang baru pilot project. Baru tahun ini,” jelas Indra.

Di sekolahnya, Indra hanya mengajar informatika untuk siswa kelas 10. Ia pun tak hanya fokus mengajar, tapi diselingi menjadi tenaga Badan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPTIK).

BPTIK ini bertugas melayani warga sekolah yang terkendala dalam mengakses fasilitas teknologi. Misalnya tidak bisa menggunakan email atau kebingungan melakukan pembelajaran daring.

Menurutnya, tak semua siswa memiliki kemampuan informatika yang baik. Terlebih jika di jenjang sebelumnya, siswa tak mendapat pelajaran informatika di sekolah.

“Banyak perbedaan [kemampuan dan pembelajaran] di tiap sekolah. Itu yang harus disamakan. Ketika kita mengajarkan sesuatu yang level-nya SMA, tapi karena di jenjang SMP tidak menerima pelajaran tersebut jadi ada miskomunikasi,” jelas Indra.

Mata pelajaran informatika menjadi pelajaran wajib tercantum dalam dokumen paparan sosialisasi penyederhanaan kurikulum dan asesmen milik Kemdikbud. Dalam paparan itu, terdapat sejumlah perubahan mata pelajaran yang dalam kurikulum yang tengah disusun itu.

Pada kelas 10 jenjang SMA, informatika dan program pengembangan karakter jadi dua mata pelajaran wajib baru. Sedangkan di SMP, pelajaran informatika dan seni dan prakarya dipisah menjadi mata pelajaran wajib. Sebelumnya kedua pelajaran itu digabung menjadi prakarya dan informatika.

Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud Maman Fathurrahman mengatakan paparan draf kurikulum yang disederhanakan itu masih dalam proses pembahasan di lingkungan internal. Kurikulum baru rencananya bakal diuji coba tahun 2021 di sebagian sekolah dan kemungkinan mulai diimplementasi di seluruh sekolah tahun 2022. (*)

Editor: Darmawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini