Menu
Leading News For Education For Aceh

Kepala SMAN 1 Matangkuli Narasumber Bimtek MKKS SMA Banda Aceh

  • Bagikan

ACEHSIANA.COM. BANDA ACEH – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Banda Aceh melaksanakan pelatihan dan penguatan kapasitas kepala sekolah melalui bimbingan teknis (Bimtek) berlangsung di Hotel SMK Negeri 3 Banda Aceh mulai tanggal 12 sampai 15 Februari 2024.

Kegiatan yang diikuti seluruh Kepala SMA se-Kota Banda Aceh itu mengangkat tema “Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM) untuk Peningkatan Kinerja Kepala Sekolah yang Berkualitas.”

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar, Syarwan Joni MPd saat membuka acara menyampaikan, apresiasinya atas siselenggarakan kegiatan ini apalagi melibatkan seluruh pengawas sekolah, sehingga sama-sama bersinergi untuk meningkatkan kualitas etos kerja para kepala sekolah.

“Saya berharap ke depan agar program kegiatan seperti ini jangan hanya MKKS SMA Banda Aceh saja, jika perlu melibatkan Kepala SMA dan SMK se-Aceh Besar,” pinta Syarwan.

Sementara itu, Ketua MKKS SMA Banda Aceh, Zulfikar SE MSi mengatakan, bahwa salah satu program MKKS adalah peningkatan sumber daya kepala sekolah.

“Apalagi saat ini sering sekali terjadi perubahan regulasi tentang kurikulum merdeka belajar, dimana kepala sekolah harus melakukan aksi nyata terutama berkaitan dengan rapor pendidikan dan Platform Merdeka Mengajar (PMM),” ujar Zulfikar.

Katanya, kepala sekolah sebagai pemimpin harus mampu mengikuti perubahan dalam upaya meningkatkan mutu pada satuan pendidikan, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berkompeten.

Zulfikar menyebutkan, narasumber pada kegiatan ini menghadirkan Kepala SMA Negeri 1 Matangkuli Aceh Utara, Khairuddin MPd yang juga tim pengembang informasi dan teknologi (IT) GTK Dinas Pendidikan Aceh.

“Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari. Pada hari pertama tatap muka, sedangkan hari kedua dan ketiga para kepala sekolah diwajibkan untuk menyelesaikan tugas mandiri melalui observasi dan penilaian guru dalam mengisi tagihan PMM dalam pengembangan diri baik guru maupun kepala sekolah,” ungkap Zulfikar. (*)

  • Bagikan