Menu
Leading News For Education For Aceh

Kelengahan Guru dan Kepala Sekolah Penyebab Terjadi Bullying

  • Bagikan

Oleh, Hasan Basri, S.Pd., M.Pd

Di sebuah sekolah dasar di daerah pedalaman pedesaan, seorang guru kelas 5 bernama zubaili (bukan nama sebenarnya hanya ilustrasi) sedang mengawasi murid-muridnya bermain di lapangan.

Tiba-tiba, Pak zubaili melihat enam orang murid sedang membully temanya bernama Arif. Sekelompok sedang menyerang Arif dengan gepalan tinjunya kearah kepala Arif.

Arif adalah murid yang sedikit nakal dan usil, sedangkan Aji dan teman-temannya adalah murid yang nakal juga dan suka mengganggu teman-teman lainnya.

Pak Zubaili segera menghampiri Aji dan murid lain untuk melerai perkelahian yang terjadi antara Arif dengan teman sekelasnya. Pak Zubaili bertanya kepada Aji dan teman Aji, mengapa dia berkelahi dengan Arif dan mengeroyok.

Aji menjawab bahwa Arif telah mengejeknya karena dia tidak bisa bermain bola. Arif mengakui bahwa dia telah mengejek Aji bersama temannya, tetapi kami hanya bercanda pak Guru

Pak Zubaili menjelaskan bahwa mengejek orang lain bukanlah hal yang baik. Akibat dari perbuatan kalian terjadi perkelahian. Kalian harus saling menghormati satu sama lain, meskipun mereka berbeda.

Pak Zubaili kemudian menyuruh kepada muridnya untuk baikan. Jangan ulang lagi ya! Pinta pak Guru.

Keesokan Aji bersama teman temanya kembali mengejek Arif. Hal ini sudah terpantau oleh pak Guru. Pak zubaili memperingatkan Aji dan teman temanya bahwa kalian akan bapak laporkan kepada kepala sekolah jika kalia terus mengganggu Arif.

Ternyata Aji tidak mengindahkan peringatan Pak zubaili.

Pak Hamizan selaku kepala sekolah memanggil mereka keruang sekolah untuk menangani masalah tersebut.

Pak hamizan memanggil Aji bersama teman temanya dan Arif ke kantornya. Mereka menjelas kronologis tersebut. Setelah itu, pak hamizan mengatakan kepada Aji dan teman temanya bahwa kalian harus meminta maaf kepada Arif .

Aji pun beranjak mendekati Arif meminta maaf bersama teman temanya, dan Arif juga legowo menerima permintaan maaf mereka.

Pak Hamizan juga mengatakan kepada Aji dan teman temanya bahwa dia akan memberikan hukuman kepada Aji karena telah mengganggu Arif. Pak Hamizan memutuskan untuk memanggil orang tua Aji dan teman temanya ke sekolah.

Orang tua Aji dan teman temanya dipanggil ke sekolah pada hari berikutnya. Pak Hamizan menjelaskan kepada orang tua mereka tentang apa yang telah dilakukan oleh anak anak mereka terhadap Arif. Orang tua mereka sangat kecewa dengan perbuatan Anak anaknya dan Mereka berjanji akan menasihati buah hati mereka agar tidak mengulangi perbuatannya.

Kasus bullying yang dialami oleh Aji bersama teman temanya dan arif di atas menunjukkan bahwa bullying dapat terjadi di mana saja, termasuk di daerah pedesaan. Bullying dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk oleh orang dewasa, seperti guru. Kelengahan pendidik dan kepala sekolah dapat menyebabkan terjadinya bullying.

Dalam kasus di atas, Pak Zubaili seharusnya lebih tegas dalam menangani kasus bullying yang dilakukan oleh Aji dan teman temanya. Pak Zubaili seharusnya langsung melaporkan kasus tersebut kepada kepala sekolah, sehingga kepala sekolah dapat mengambil tindakan yang tepat. Selain itu,

Pak Zubaili juga seharusnya tidak mendokumentasikan adegan tersebut, apalagi membagikannya ke media sosial hingga di komsumsi oleh masyarakat tanpa mebgerahui duduk persoalanya .

Hal ini dapat menyebabkan trauma bagi Aji berserta teman- temanya dan Arif.

Untuk mengatasi agar tidak terjadinya bullying di lingkungan Sekolah, perlu di upayakan pencegahan, seperti:
Pendidikan Karakter
Pendidikan karakter penting untuk mengajarkan anak-anak tentang nilai-nilai moral, seperti saling menghormati, toleransi, dan empati.
Pemantauan yang Ketat
Pendidik dan kepala sekolah harus mengawasi murid-murid mereka dengan ketat, sehingga mereka dapat mencegah terjadinya bullying sejak dini.

Kolaborasi dengan Orang Tua
Orang tua harus bekerja sama dengan pendidik dan kepala sekolah untuk mencegah terjadinya bullying. Orang tua harus mengajarkan anak-anak mereka tentang pentingnya menghormati orang lain, termasuk teman-teman sebaya mereka.

Penulis : Hasan Basri, S.Pd., M.M kepala SMAN 1 Simpang Mamplam
Simpang Mamplam , 16 Januari 2024

  • Bagikan
"zone name","placement name","placement id","code (direct link)" direct-link-575147,DirectLink_1,17796333,https://earlierindians.com/j9hc8f2u?key=0215f31837d1d1f6258a99206aaefbf3 direct-link-575147,DirectLink_2,19132374,https://earlierindians.com/n0znctu1?key=472816a51fea2a2e83dc52e72f60df5a