Menu
Leading News For Education For Aceh

Israel Terus Gempur Gaza dan Abaikan Putusan Mahkamah Internasional

  • Bagikan
AS Tetap Dukung Israel Meski Ditolak Tawaran Gencatan Senjata
Asap mengepul di atas Khan Younis di selatan Jalur Gaza saat bombarder Israel

ACEHSIANA.COM – Penjajah Israel tidak menghentikan serangan militernya terhadap Jalur Gaza, meskipun Mahkamah Internasional (MI) menuntut agar penjajah Israel menahan diri dari tindakan yang dapat menyebabkan kematian dan kerusakan di wilayah tetangganya. MI juga meminta agar penjajah Israel menghormati hukum humaniter internasional dan melindungi warga sipil di Gaza.

Serangan penjajah Israel telah menewaskan lebih dari 24.000 orang di Gaza, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, menurut kementerian kesehatan yang dikelola oleh Hamas di Gaza. Penjajah Israel mengatakan telah membunuh setidaknya 225 militan selama pertempuran. Hamas tidak memberikan angka korban tewas di pihaknya.

Konflik antara penjajah Israel dan Gaza bermula dari deklarasi kemerdekaan penjajah Israel pada tahun 1948, yang ditolak oleh negara-negara Arab dan menyebabkan pengungsian ratusan ribu warga Palestina. Sejak itu, penjajah Israel telah berperang sebanyak 15 kali melawan Gaza, yang dikuasai oleh Mesir hingga tahun 1967, dan kemudian oleh Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) hingga tahun 2007, ketika Hamas mengambil alih kendali.

Pada tahun 2007, penjajah Israel memberlakukan blokade darat, udara, dan laut terhadap Gaza, yang dikritik sebagai bentuk hukuman kolektif, sementara penjajah Israel membela blokade tersebut sebagai langkah yang diperlukan untuk menghentikan serangan roket Palestina. Hamas menganggap blokade tersebut sebagai pernyataan perang.

Sejak tahun 2008, penjajah Israel telah melakukan beberapa operasi militer di Gaza, yang menimbulkan ribuan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang luas. Pada tahun 2014, penjajah Israel menginvasi Gaza dalam perang besar yang menewaskan 73 orang penjajah Israel (kebanyakan tentara) dan 2.251 orang Palestina (kebanyakan warga sipil). Invasi tersebut mengakibatkan kerusakan yang “tidak pernah terjadi sebelumnya”, merusak 25% rumah di kota Gaza dan 70% rumah di Beit Hanoun.

Pada tahun 2021, krisis baru terjadi ketika 256 orang Palestina dan 15 orang penjajah Israel tewas dalam pertempuran yang dipicu oleh ketegangan di Yerusalem Timur. Pada tanggal 7 Oktober 2023, militan Palestina menyerang penjajah Israel, menewaskan 1.200 orang (kebanyakan warga sipil). Penjajah Israel membalas dengan membombardir Gaza dan melancarkan invasi yang menewaskan 24.000 orang Gaza (kebanyakan perempuan dan anak-anak). (*)

Editor: Darmawan

  • Bagikan
"zone name","placement name","placement id","code (direct link)" direct-link-575147,DirectLink_1,17796333,https://earlierindians.com/j9hc8f2u?key=0215f31837d1d1f6258a99206aaefbf3 direct-link-575147,DirectLink_2,19132374,https://earlierindians.com/n0znctu1?key=472816a51fea2a2e83dc52e72f60df5a