Menu
Leading News For Education For Aceh

IGI Banda Aceh Gelar Workshop Pengisian E-Kinerja Melalui PMM

  • Bagikan

ACEHSIANA.COM. Banda Aceh – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Banda Aceh menginisiasi Pengisian E-Kinerja melalui PMM secara daring maupun luring pada hari jumat, (26/1/2024).

Kegiatan ini awalnya digagas hanya mencakup wilayah Banda Aceh dan Aceh besar, namun seiring waktu berjalan ada permintaan dari berbagai wilayah di aceh, oleh karena itu kami membuka via daring.
Kegiatan ini juga mengakomodir secara luring MKKS wilayah Banda Aceh yang bertempat di SMAN 3 Banda Aceh, Sedangkan MKKS Aceh Besar bertempat di SMAN 1 Krueng Barona Jaya. Ucap ketua pelaksana, Amran SAg MPd yang merupakan Ketua IGI Banda Aceh itu.

Pada kesempatan ini, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Syarwan Joni SPd MPd menyampaikan dalam sambutannya, bahwa penting sekali E-Kinerja yang terintegrasi melalui Platform PMM guna memudahkan para guru dan kepala sekolah untuk membuat rencana hasil kerja.

Kita sangat bersyukur dengan digitalisasi ini banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan cepat tanggap. Tak lupa pula Syarwan memuji formula workshop ini yang di inisiasi oleh Ikatan Guru Indonesia Wilayah Banda Aceh. Terangnya.

Sementara itu, Kepala Balai Guru Penggerak (BGP Aceh), Teti Wahyuni SSi MPd dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada Ikatan Guru Indonesia, sejauh ini sangat konsisten dalam peningkatan kompetensi guru.

BGP dalam hal ini sangat mendukung sekali berbagai kegiatan yang dapat menggerakkan guru, kepala sekolah dan sekolah untuk lebih kompetitif dalam peningkatan mutu pendidikan. Oleh karena itu, jangan segan-segan untuk kita berkolaborasi, apa yang dapat dibantu kita bantu demi pendidikan yang lebih maju. Tutupnya.

Salah satu narasumber pada kegiatan ini, Khairuddin SPd MPd menyampaikan hal terpenting dalam penjelasannya yaitu untuk masuk akses ke PMM itu sangatlah mudah, bahkan hanya menghabiskan waktu lebih kurang 15 menitan.

Ia juga menjelaskan, tidaklah serta merta guru harus mengejar sertifikat, apalagi yang 32 JP. Padahal di sekolah saja itu sudah memiliki beberapa poin yang bisa diraih oleh sesama guru, seperti refleksi antar sesama guru. Bahkan di sekolah kami membuat tim yang berisi 4 orang utk saling berbagi merefleksikan pembelajaran. (*)

  • Bagikan