Menu
Leading News For Education For Aceh

Guru SMPN 12 Lhokseumawe Belajar AI untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran

  • Bagikan
Guru SMPN 12 Lhokseumawe Belajar AI untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran

ACEHSIANA.COM, Lhokseumawe – Sebagai upaya untuk mengikuti perkembangan zaman, guru-guru SMPN 12 Lhokseumawe mengikuti pelatihan tentang pemanfaatan artificial intelligence (AI) sebagai asisten pembelajaran. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan kompetensi guru dalam bidang AI, yang merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang penting.

Pelatihan ini diadakan pada Jumat (15/12) di gedung SMPN 12 Lhokseumawe, dengan menghadirkan narasumber Jon Darmawan MPd, guru SMAN 7 Lhokseumawe yang juga Microsoft Innovative Educator Expert (MIEE) dan kandidat Doktor Teknologi Pendidikan Unimed. Darmawan membagikan pengalamannya dalam menggunakan AI sebagai asisten pembelajaran, baik untuk merancang materi, mengevaluasi hasil belajar, maupun memberikan umpan balik kepada siswa.

Menurut Darmawan, AI dapat membantu guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital, seperti keterbatasan waktu, sumber daya, dan infrastruktur.

“Dengan AI, guru dapat menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, minat, dan kemampuan masing-masing siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan menyenangkan,” ujar Darmawan

Kepala SMPN 12 Lhokseumawe, Sri Aryati MPd, mengapresiasi pelatihan ini sebagai salah satu bentuk pengembangan profesional guru. Ia berharap, guru-guru SMPN 12 Lhokseumawe dapat menerapkan ilmu yang didapat dari pelatihan ini dalam praktik pembelajaran sehari-hari, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi siswa.

Aryati juga menekankan pentingnya literasi digital bagi guru, terutama di era globalisasi saat ini. Ia mengatakan, meskipun sekolahnya berada di pinggiran kota, tetapi guru-guru SMPN 12 Lhokseumawe tidak boleh kalah dengan guru-guru di sekolah lain, terutama dalam hal penguasaan AI.

“AI adalah masa depan pendidikan. Kita harus siap menghadapi perubahan yang cepat dan dinamis. Kita harus belajar terus-menerus dan beradaptasi dengan teknologi baru. Kita harus menjadi guru yang inovatif dan kreatif, yang dapat memberikan pembelajaran yang bermakna bagi siswa kita,” tutur Aryati.

Pelatihan ini mendapat sambutan positif dari para peserta, yang merasa mendapat manfaat dan wawasan baru tentang AI. Mereka berharap, pelatihan seperti ini dapat dilakukan secara rutin dan melibatkan lebih banyak guru, sehingga dapat meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan guru di Indonesia. (*)

Editor: Khai

  • Bagikan
"zone name","placement name","placement id","code (direct link)" direct-link-575147,DirectLink_1,17796333,https://earlierindians.com/j9hc8f2u?key=0215f31837d1d1f6258a99206aaefbf3 direct-link-575147,DirectLink_2,19132374,https://earlierindians.com/n0znctu1?key=472816a51fea2a2e83dc52e72f60df5a