Menu
Leading News For Education For Aceh

Guru P1 Akan Dituntaskan Tahun Ini, Lulusan PPG Siap Isi Formasi ASN

  • Bagikan
Kualitas Guru Honorer yang Direkrut Mandiri Tak Sesuai Harapan
Dirjen GTK, Nunuk Suryani

ACEHSIANA.COM, Jakarta – Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbudristek, Nunuk Suryani, memberikan kabar gembira bagi 12 ribu guru yang masuk kategori prioritas satu atau P1. Mereka adalah guru honorer yang lulus passing grade (PG) seleksi PPPK 2021, tetapi tidak mendapatkan formasi pada tahun tersebut.

Menurut Nunuk, 12 ribu guru P1 tersebut akan diakomodasi dalam pengadaan PPPK guru 2024. Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan rombongan guru P1 yang dipimpin oleh Ketua Umum Forum Guru Honorer Negeri Lulus Passing Grade Seluruh Indonesia (FGHNLPSI), Heti Kustrianingsih, di Kemendikbudristek, Senin (15/1).

“Alhamdulillah Bu Dirjen Nunuk menyampaikan bahwa P1 akan dituntaskan tahun ini. Semuanya akan diakomodasi dalam PPPK 2024,” kata Heti kepada.

Dengan demikian, tidak ada lagi guru P1 yang tersisa setelah pengangkatan PPPK guru 2023. Sebelumnya, Nunuk menyebutkan bahwa dari 62 ribu guru P1, sebanyak 50 ribu di antaranya sudah terakomodasi dalam pengadaan PPPK guru 2023.

Nunuk juga menjelaskan bahwa penyebab 12 ribu guru P1 tidak mendapatkan penempatan pada seleksi PPPK 2023 adalah karena mereka menempati mata pelajaran (mapel) gemuk, yaitu mapel yang sudah terpenuhi oleh guru ASN. Selain itu, minimnya jumlah usulan formasi PPPK guru 2023 yang diajukan pemerintah daerah juga menjadi faktor lainnya.

Pengangkatan guru P1 ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, yang mengatur penataan non-ASN yang berkaitan dengan pengangkatan honorer menjadi PPPK. UU tersebut menargetkan penataan tersebut harus tuntas pada Desember 2024.

Untuk itu, pemerintah akan membuka seleksi PPPK 2024 sebagai gelombang terakhir pengangkatan honorer menjadi PPPK. Pemerintah juga membuka kemungkinan seleksi CASN 2024 dibuka tiga kali agar tidak ada lagi honorer yang tersisa.

Setelah pengangkatan guru honorer tuntas 2024, giliran lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang akan mengisi formasi ASN di tahun-tahun berikutnya. Nunuk mengatakan bahwa sistem rekrutmen guru ASN akan melalui jalur PPG sebagai ketentuan dalam perundang-undangan.

“Pemenuhan kebutuhan guru nasional dapat terpenuhi secara proporsional melalui pemanfaatan skema Ruang Talenta untuk Guru,” ujar Nunuk.

Ruang Talenta untuk Guru adalah program pendataan guru dan tenaga pendidikan nasional berbasis digital yang dikembangkan secara mandiri oleh Kemendikbudristek. Pendataan tersebut mencakup guru honorer lulusan PPG prajabatan dan calon guru ASN yang ketersediaannya sesuai proyeksi kebutuhan.

Dengan adanya Ruang Talenta untuk Guru, pemerintah daerah dapat melihat ketersediaan guru yang memenuhi syarat untuk diangkat, sesuai dengan kebutuhan yang timbul akibat mutasi, pindah, atau meninggal. Calon guru juga dapat lebih fleksibel untuk mendaftar dan memilih lokasi mengajar tanpa harus menunggu perekrutan secara nasional secara terpusat setahun sekali.

“Semua lulusan PPG Prajabatan yang lulus uji kompetensi dinyatakan memenuhi syarat sebagai calon guru ASN. Data mereka dialirkan ke ekosistem Ruang Talenta untuk Guru sebagai pool supply,” pungkas Nunuk. (*)

Editor: Darmawan

  • Bagikan