Menu
Leading News For Education For Aceh

Guru Honorer Bahasa Inggris SD di Lhokseumawe Audiensi dengan DPRK, Minta Kuota Formasi PPPK 2024

  • Bagikan
Guru Honorer Bahasa Inggris SD di Lhokseumawe Minta Kuota Formasi PPPK 2024
GHBI SD saat audiensi dengan Komisi D DPRK Lhokseumawe pada Jumat (26/1)

ACEHSIANA.COM, Lhokseumawe – Forum Guru Honorer Bahasa Inggris Sekolah Dasar (GHBI SD) Kota Lhokseumawe melakukan audiensi dengan Komisi D bidang pendidikan DPRK Lhokseumawe pada Jumat (26/1) untuk memohon memaksimalkan pengajuan kuota formasi bagi guru honorer yang ada di Kota Lhokseumawe yang jumlahnya masih banyak, terutama untuk guru Bahasa Inggris yang ada di sekolah dasar.

Hal ini dikarenakan saat ini mata pelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar telah diimplementasikan dengan adanya kurikulum merdeka (IKM) akan tetapi pada tahun 2023 tidak ada formasi bagi guru Bahasa Inggris di sekolah dasar. Begitu juga guru yang mengampuh mata pelajaran lain yang benar-benar dibutuhkan, ini adalah harapan semua guru honorer untuk bisa lulus dalam ujian PPPK 2024.

PPPK 2024 adalah kesempatan emas yang telah diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dalam menyusulkan kuota formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2024 sebanyak 1.3 juta untuk daerah, yang terdiri dari guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis.

Ketua GHBI SD Kota Lhokseumawe, Zulfi Hendri MPd, mengatakan bahwa guru honorer telah berbakti dan mengabdi dengan segenap jiwa raga waktu tenaga dan pikiran mereka kepada pemerintah dalam program pendidikan selama puluhan dan belasan tahun lamanya tanpa mengenal lelah, namun nasip guru honorer saat ini sangatlah jauh dari kata kesejahteraan.

“Ditengah kondisi ekonomi yang semakin susah seperti ini, kebutuhan semakin besar, tekanan kerja dan tugas semakin berat, namun mereka masih berjuang setiap hari untuk mengabdi demi mendidik generasi masa depan bangsa,” kata Zulfi.

Zulfi menambahkan bahwa persaingan global terus berkembang semakin pesat, maka generasi emas masa depan bangsa dituntut untuk bisa dan mampu menjalin komunikasi dalam kancah internasional, maka Bahasa Inggris adalah modal utama yang harus diajarkan di sekolah dasar untuk mencetak generasi yang komunikatif.

“Oleh karena demikian guru Bahasa Inggris merupakan kunci utama yang sangat dibutuhkan untuk mewujudkan dan mencetak generasi emas tersebut,” ujar Zulfi.

Zulfi mengatakan bahwa persatuan guru honorer telah berusaha untuk memperjuangkan nasib dan status masa depan mereka dengan cara melakukan audiensi dengan pemerintah daerah supaya diberikan kesempatan dan peluang yang luas bagi guru honorer melalui pengajuan kuota formasi pada tahun 2024.

“Karena kelulusan PPPK bukan hanya dengan cara mendapatkan nilai yang tinggi akan tetapi jumlah formasi yang sangat menentukan, meskipun memiliki nilai yang tinggi melampaui passing grade tetap juga dianggap gugur karena disebabkan oleh tidak adanya formasi untuk guru tersebut,” kata Zulfi.

Zulfi berharap kepada pemerintah daerah untuk benar-benar memperjuangkan nasib mereka, dengan cara memaksimalkan penyusulan kuota formasi guru mata pelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar dan guru honorer mata pelajaran lainnya ke pemerintah pusat.

“Semakin besar kuota formasi yang diusulkan maka semakin lebar kesempatan kami untuk lulus PPPK pada tahun 2024. Kami juga berharap kepada pemerintah daerah benar-benar selektif dalam penyusulan ini jangan sampai guru yang benar-benar dibutuhkan oleh satuan pendidikan tidak mendapatkan kuota formasi,” ucap Zulfi.

Perjuangan guru honorer Bahasa Inggris SD di Lhokseumawe juga didukung oleh organisasi profesi guru yaitu Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Lhokseumawe.

Ketua IGI Kota Lhokseumawe, Faisal ST MSc, menyebutkan bahwa perlu azas keadilan, apresiasi dan kebijaksanaan bagi guru-guru yang telah mengabdi lama dan belum mendapatkan peluang untuk berstatus lebih baik.

“Karena pada dasarnya semua guru berperan sebagai pendidik anak bangsa yang butuh perhatian dari pengambil kebijakan, baik daerah maupun tingkat lebih tinggi. Jangan surutkan motivasi guru-guru ini, sepantasnya memberi opsi terbaik untuk mereka,” kata Faisal.

Sementara itu, Komisi D bidang pendidikan DPRK Lhokseumawe yang terdiri dari Zulkaidi, Taslim, T Abdul Hakim, dan Nurbayan menyatakan mendukung dan akan menyampaikan serta memperjuangkan aspirasi guru honorer kepada Walikota Lhokseumawe terkait permohonan kuota formasi untuk guru Bahasa Inggris di sekolah dasar dan untuk guru honorer lainnya yang dibutuhkan oleh instansi sekolah saat ini.

“Aspirasi GHBI SD ini kami tampung dan akan kami perjuangkan segera,” sebut Zulkaidi.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti permohonan ini dan mengusulkan kuota formasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kualifikasi guru honorer, khususnya guru Bahasa Inggris di sekolah dasar,” ucap Taslim.

T Abdul Hakim berharap dengan adanya kuota formasi yang memadai, guru honorer dapat memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi PPPK 2024 dan mendapatkan status yang lebih baik.

“Kami mengapresiasi dedikasi dan pengabdian guru honorer yang telah mengajar selama ini tanpa mengenal lelah. Kami berharap mereka dapat lulus PPPK 2024 dan menjadi guru yang profesional dan berkualitas,” tutur Nurbayan. (*)

Editor: Darmawan

  • Bagikan
"zone name","placement name","placement id","code (direct link)" direct-link-575147,DirectLink_1,17796333,https://earlierindians.com/j9hc8f2u?key=0215f31837d1d1f6258a99206aaefbf3 direct-link-575147,DirectLink_2,19132374,https://earlierindians.com/n0znctu1?key=472816a51fea2a2e83dc52e72f60df5a