Menu
Leading News For Education For Aceh

Guru dan Kepala Sekolah Kini Bisa Mengelola Kinerja Melalui PMM, Ini Keuntungannya

  • Bagikan
Guru dan Kepala Sekolah Kini Bisa Mengelola Kinerja Melalui PMM, Ini Keuntungannya
Tampilan Pengelolaan Kinerja Guru di PMM

ACEHSIANA.COM, Jakarta – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) meluncurkan sistem pengelolaan kinerja guru dan kepala sekolah yang lebih praktis, relevan, dan berdampak nyata. Sistem ini dilakukan melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang terintegrasi dengan e-Kinerja yang dikelola oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Sistem ini diharapkan dapat memudahkan guru dan kepala sekolah dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian kinerja yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan. Sistem ini juga bertujuan untuk memberikan pengakuan atas setiap kinerja yang menunjang transformasi pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik.

Sistem pengelolaan kinerja ini diatur melalui beberapa peraturan, yaitu PermenPAN-RB Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai Aparatur Sipil Negara, PermenPAN-RB Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional, dan Peraturan Direktur Jenderal GTK Nomor 7607/B.B1/HK.03/2023 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Kinerja Guru dan Kepala Sekolah.

Direktur Jenderal GTK Kemendikbudristek, Nunuk Suryani, mengatakan bahwa sistem pengelolaan kinerja di PMM tidak akan menambah beban guru aparatur sipil negara (ASN) baik PNS maupun PPPK. Sebaliknya, fitur ini justru akan memudahkan guru untuk mendorong peningkatan kinerja yang relevan dalam mendukung kualitas pembelajaran di satuan pendidikan.

“Kami ingin guru dan kepala sekolah hanya perlu berfokus pada satu indikator berdasarkan capaian Rapor Pendidikan di satuan pendidikannya. Dengan begitu, mereka dapat mengukur dan meningkatkan kinerja mereka secara objektif dan akuntabel,” ujar Nunuk dalam keterangan persnya, Jumat (19/1).

Nunuk juga berpesan bahwa untuk menjalankan fitur ini, sebagaimana lumrahnya sebuah sistem baru, para guru PPPK dan PNS memang perlu sedikit waktu untuk memahaminya sampai jadi terbiasa. Namun, ia menjamin bahwa fitur ini akan memberikan manfaat yang besar bagi guru dan kepala sekolah dalam mengembangkan kompetensi dan karier mereka.

“Kami berharap dengan adanya fitur ini, setiap guru mendapatkan pengakuan atas setiap kinerja yang menunjang transformasi pembelajaran. Dengan begitu, upaya untuk mewujudkan pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik menjadi lebih maksimal,” tutur Nunuk.

PMM sendiri adalah sebuah platform yang dirancang khusus untuk guru dan kepala sekolah dalam kegiatan mengajar, belajar, dan berkarya. Platform ini menyediakan berbagai materi mengajar yang dapat diterapkan langsung oleh guru di kelas maupun dijadikan sumber inspirasi dalam membuat metode pembelajaran sendiri

Platform ini juga mendukung penerapan Kurikulum Merdeka, yaitu kurikulum yang memberikan kebebasan kepada guru untuk menyesuaikan materi pembelajaran dengan kebutuhan, minat, dan bakat peserta didik.

Platform ini dapat diakses melalui aplikasi Android yang dapat diunduh di Google Play Store atau melalui situs web guru.kemdikbud.go.id. Untuk masuk ke platform ini, guru dan kepala sekolah harus menggunakan akun belajar.id bagi yang berada di bawah naungan Kemendikbudristek dan terdata di Dapodik, atau akun madrasah bagi yang berada di bawah naungan Kemenag.

Guru dan kepala sekolah berstatus ASN di bawah naungan pemerintah daerah dapat melaksanakan perencanaan kinerja melalui PMM mulai 1 hingga 31 Januari 2024. Kemudian, akan dilanjutkan ke tahapan berikutnya, yaitu pelaksanaan.

Sebelum itu, guru-guru masih memiliki waktu untuk memahami langkah pengelolaan kinerja dan mendiskusikan rencana kinerja bersama kepala sekolah.

Beberapa guru dan kepala sekolah yang telah menggunakan PMM menyatakan kepuasan dan keuntungan dari fitur pengelolaan kinerja ini. Mereka merasa bahwa fitur ini tidak lagi menyita waktu guru untuk urusan administrasi, melainkan membantu mereka dalam merencanakan, melaksanakan, dan meningkatkan kinerja mereka secara efektif.

Salah satunya, Tony Natalian Sahertian, guru SMP Negeri 4 Sentani, Papua, mengatakan bahwa fitur ini sangat membantunya dalam mengajar menggunakan Kurikulum Merdeka. “Ini adalah sebuah alat yang efektif dalam merencanakan, melaksanakan, dan meningkatkan kinerja. Saya bisa menyesuaikan materi pembelajaran dengan kebutuhan, minat, dan bakat siswa saya,” ungkap Tony.

Senada dengan itu, Rut Pratiwi, guru SDN Cawang 04 Kota Jakarta Timur, mengatakan bahwa fitur ini sangat adil dan mudah digunakan. “Sistem ini adil, karena siapa yang kinerjanya baik akan mendapat nilai yang baik pula (tidak hanya berpatokan pada pangkat atau golongan). Sistem ini juga mudah, karena SKP sudah sinkron dengan e-Kinerja BKN sehingga pengisiannya lebih mudah. Sistem ini juga mengakomodasi keaktifan guru dalam menjalankan tugas tambahan,” ujar Rut.

Kepala SDN Widoro Yogyakarta, Sri Hariyati, juga menyampaikan pengalaman positifnya dalam menggunakan PMM. “Pengelolaan Kinerja di PMM benar-benar memotret dan menerjemahkan kinerja guru sehingga kepala sekolah bisa tahu persis potensi dan kompetensi apa yang dikuasai masing-masing guru, dan bisa membagikan praktik baiknya. PMM juga sangat memudahkan pekerjaan dan mudah untuk digunakan,” tutup Sri. (*)

Editor: Darmawan

  • Bagikan
"zone name","placement name","placement id","code (direct link)" direct-link-575147,DirectLink_1,17796333,https://earlierindians.com/j9hc8f2u?key=0215f31837d1d1f6258a99206aaefbf3 direct-link-575147,DirectLink_2,19132374,https://earlierindians.com/n0znctu1?key=472816a51fea2a2e83dc52e72f60df5a