Jum. Agu 19th, 2022
Terkait Pemberitaan Pemaksaan Ucapan Selamat ke Disdik Aceh, KCD Pendidikan Bireuen Sebut Itu Tidak Benar

ACEHSIANA.COM, Bireuen – Terkait pemberitaan pemaksaan ucapan selamat ke Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh sebagaimana dimuat di salah satu media online, Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireuen, Abdul Hamid SPd MPd menyebutkan bahwa hal itu tidak benar. Sebutan tersebut disampaikan Abdul Hamid pada Senin (1/8) di Bireuen.

Menurut Abdul Hamid, pemberitaan tersebut menyebutkan bahwa mantan Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT melalui Sekretaris Daerah (Sekda), dr Taqwallah MKes memaksa semua Satuan Kerja Perangkat (SKPA) memberikan ucapan selamat kepada Disdik Aceh.

Ucapan tersebut, sebagaimana diberitakan media tersebut, melalui iklan dan papan bunga atas keberhasilan Disdik Aceh bahwa kelulusan siswa jalur SBMPTN, Aceh meraih ranking satu nasional.

“Sekda Aceh tidak pernah memerintahkan apalagi memaksa semua SKPA dan Cabdin Wilayah memasang iklan dan papan bunga ucapan selamat kepada Disdik Aceh,” ujar Abdul Hamid.

Dikatakan Abdul Hamid, secara nasional Provinsi Aceh masuk 10 besar pastinya urutan ke-8 kelulusan SBMPTN 2022 yang diumumkan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri (LTMPTN) Kemdikbudristek RI.

“Aceh memang bukan berada pada ranking satu nasional, namun secara persentase jumlah kelulusan siswa berdasarkan jumlah siswa yang mendaftar dan lulus di SBMPTN, Aceh memang berada pada ranking satu,” sebut Abdul Hamid.

Hamid menambahakan bahwa tidak perlu memperdebatkan hasil SBMPTN karena datanya bisa dilihat langsung melalui website LTMPTN Kemdikbudristek, karena datanya lebih valid dan kredibel.

“Bagi pihak-pihak yang tidak senang jangan lagi melakukan pembohongan publik untuk menjatuhkan Disdik Aceh,” tutur mantan KCD Pendidikan Wilayah Sabang ini.

Hamid mengajak semua pihak dan stakeholder berfikir jernih untuk sama-sama mendukung pendidikan Aceh kearah yang lebih maju. Selama ini, pungkas Abdul Hamid, kalau ada pihak-pihak yang memberitakan Disdik Aceh melalukan pembohongan publik terhadap hasil SBMPTN ditegaskan tidaklah benar.

“Mari kita duduk bersama baik yang pro dan kontra mencurahkan pemikiran dan perhatian untuk kemaslahatan pendidikan. Kritikan tandanya masih ada pihak yang peduli ke Disdik Aceh,” tutup Abdul Hamid. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *