Jum. Agu 12th, 2022
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemerintah Luncurkan Dana Abadi Perguruan Tinggi

ACEHSIANA.COM, Jakarta – Guna meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, Pemerintah melalui kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) meluncurkan Dana Abadi Perguruan Tinggi (PT). Hal itu disampaikan Direktur Kelembagaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Dr Lukman dalam siaran pers pada Sabtu (30/7) di Jakarta.

Menurut Lukman, sebagai tahap awal dana abadi ini diberikan kepada Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) secara bertahap untuk meningkatkan fasilitas pengajaran maupun penelitian hingga menjadi perguruan tinggi kelas dunia.

“Kita siapkan Dana Abadi PT ini dengan harapan semua pendanaan ini bisa terfokus untuk kegiatan fasilitasi agar perguruan tinggi bisa menjadi perguruan tinggi kelas dunia,” ujar Lukman.

Dikatakan Lukman bahwa saat ini Indonesia memiliki 4.500 perguruan tinggi. Namun, hanya 20 perguruan tinggi yang masuk di pemeringkatan dunia setiap tahunnya. Bahkan, lanjut Lukman, dari 20 perguruan tinggi tersebut, hanya lima saja yang mampu masuk dalam 500 perguruan tinggi terbaik dunia.

Lukman emaparkan bahwa terdapat lima perguruan tinggi di Indonesia yang masuk 500 top perguruan tinggi dunia adalah Universitas Gadjah Mada (UGM) pada peringkat 231, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada peringkat 235, Universitas Indonesia (UI) pada peringkat 248, Universitas Airlangga (Unair) pada peringkat 369, dan Institut Pertanian Bogor (IPB) pada peringkat 449.

“Perlu dipertanyakan, kenapa bisa perguruan tingginya banyak tetapi sedikit yang bisa masuk pemeringkatan perguruan tinggi dunia. Lebih jauh lagi setelah dilihat terkait masalah kualitas ini adalah biaya pendidikan tinggi kita rendah sekali,” ujar Lukman.

Lukman menambahkan bahwa dalam setahun pengeluaran dana pendidikan tinggi di Indonesia hanya Rp 28 juta atau sekitar 2.000 dolar AS.

“Kita lihat India misalnya, sekitar 3.000 dolar AS. Kita hanya lebih tinggi dari Filipina yaitu 1.000 dolar AS. Masih jauh dari Malaysia yang kurang lebih USD 7.000 dolar AS dan Jepang 8.000 dolar AS,” ungkap Lukman.

Lukman menerangkan bahwa, PTN-BH harus menjadi contoh untuk perguruan tinggi lainnya karena lebih fleksibel dari sisi pengelolaan anggaran. Kemendikbudristek berharap melalui Dana Abadi Perguruan Tinggi ini bisa memicu perguruan tinggi negeri (PTN) lainnya bertransformasi menjadi PTN-BH karena akan memiliki otonomi akademik dan nonakademik.

“Saat ini terdapat 16 PTN-BH, dan kalau tidak ada halangan tahun ini akan ada tambahan lagi lima. Jadi kami berharap dengan adanya Dana Abadi Perguruan Tinggi ini dapat menjadi pemacu dan pemicu untuk menjadikan perguruan tinggi berkelas dunia dan PTN lain yang belum menjadi PTN-BH bisa segera mengikuti menjadi PTN-BH,” kata Lukman.

Lukman merinci PTN yang sudah masuk dalam kategori PTN-BH yaitu UI, ITB, IPB, Universitas Diponegoro (Undip), UGM, Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Unair, Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Pendidikan Indonesia (USU), Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Universitas Andalas (Unand), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), dan Universitas Negeri Padang (UNP).

Lukman menuturkan bahwa untuk masuk dalam pemeringkatan kelas dunia, terdapat sejumlah indikator yang harus dipenuhi oleh perguruan tinggi. Melalui pemberian Dana Abadi Perguruan Tinggi ini diharapkan PTN-BH bisa membiayai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan indikator tersebut.

“Kami sudah memberikan kebebasan sepenuhnya kepada perguruan tinggi untuk betul-betul melihat indikator apa yang akan dilaksanakan dari Dana Abadi Perguruan Tinggi ini. Sehingga menciptakan ekosistem untuk menunjang perguruan tinggi berdaya saing dan menjadi kelas dunia,” tutur Lukman.

Lukman mengungkapkan bahwa anggaran tersebut harus akuntabel dan digunakan untuk kegiatan menuju perguruan tinggi kelas dunia.

“Seperti kolaborasi riset, seminar dan semuanya yang bisa mendukung tahapan dan hasil akhirnya menuju kelas dunia,” imbuh Lukman.

Sementara itu, Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Wisnu Sardjono Soenarso menegaskan bahwa PTN-BH secara regulasi mampu mengelola aset finansial secara independen.

“Jadi kami berikan dana abadi ini kepada satuan kerja (satker) yang sudah independen, bisa mengelola dan punya kebijakan sendiri,” sebut Wisnu.

Terkait kebijakan pengelolaan dana abadi, Wisnu menyampaikan kebijakannya diserahkan kepada perguruan tinggi masing-masing dengan catatan ada 21 aktivitas yang bisa didanai. Beberapa di antaranya adalah untuk bantuan biaya PostDoctoral (pascadoktoral), program riset kerja sama dengan World Class University (WCU), bantuan program pertukaran pelajar, kerja sama pendanaan publikasi, summer course (kursus musim panas), serta membangun international honorary board.

“Ada 21 aktivitas yang disepakati dan didanai. Tentu dari LPDP, yang menjadi perhatian adalah tata kelolanya karena dana abadi ini berasal dari masyarakat, harusnya digunakan sebaik-baiknya dan setepat-tepatnya penggunaannya sehingga tidak ada yang salah sasaran dan salah tujuan. Jadinya, dana abadi tidak bermanfaat,” jelas Wisnu.

Wisnu berpesan kepada 16 PTN-BH untuk bersama-sama menjaga tata kelola dana abadi ini. ”Tidak hanya penggunaannya, tapi juga bagaimana mengelola dana abadi tersebut. LPDP akan dengan senang hati menghubungi PTN-BH satu per satu tentang tips dan triknya mengelola dana abadi,” ucapnya.

Pada kesempatan ini, Wisnu menegaskan kembali bahwa Dana Abadi Perguruan Tinggi yang dikelola PTN-BH adalah hasil investasi dari dana abadi yang sebesar Rp 7 triliun.

“Kami punya jejaring dengan filantropis di dunia dan industri. Mungkin sama-sama bisa kita gunakan untuk menambah jumlah dana abadi tersebut,” tegas Wisnu.

Salah satu penerima manfaat dana abadi ini, Rektor ITS, Mochamad Ashari, mengapresiasi Kemendikbudristek dan LPDP yang telah mengeluarkan kebijakan Merdeka Belajar Episode 21, Dana Abadi PT.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Kemendikbudristek dan LPDP yang sudah membuat program ini dan memberikan kepercayaan kepada PTN-BH untuk mengelolanya. Dengan adanya bantuan yang semakin besar akan membantu masyarakat untuk mendapatkan akses pendidikan,” kata Ashari.

Menurut Ashari, program ini sangat ditunggu-tunggu oleh PTN-BH.

“Dana abadi pendidikan ini sangat membantu menambah dana-dana yang sudah ada. Sehingga dana abadi ini memberikan kontribusi yang sangat besar kepada ITS dan kepada masyarakat, alumni-alumni untuk semua saling bergontong royong, membantu sistem pendidikan untuk menjadi berkelas dunia,” pungkas Anshari. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *