Jum. Agu 19th, 2022
50 Persen Jemaah Haji Sudah Pulang ke Tanah Air

ACEHSIANA.COM, Jeddah – Sekitar 50% jemaah haji Indonesia sudah kembali ke tanah air. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Hilman Latief sebagaimana dilansir kemenag.go.id, pada Jumat (29/7) di Kantor Urusan Haji (KUH), Jeddah, Arab Saudi.

Menurut Hilman, pelaksanaan haji tahun 2022 hampir selesai, ditandai dengan 50% jemaah haji sudah kembali ke Indonesia.

“Pemulangan jemaah haji terus berlanjut. Hari ini memasuki 50 persen yang sudah kembali ke tanah air. Kita ingin mengawal pemulangan sampai tidak ada kendala lagi baik keterlambatan ataupun kita antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Hilman.

Dikatakan Hilman bahwa dalam evaluasi yang diikuti seluruh pimpinan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, juga dilakukan beberapa simulasi terkait masalah yang timbul saat proses pemulangan.

“Kita ingin mengawal pemulangan. Juga ada simulasi andaikan ada keterlambatan pesawat, baik pengaturan tas, bus, hingga koper jemaah,” sebut Hilman.

Hilman menambahkan bahwa jika terdapat keterlambatan pesawat misalnya, maka maskapai harus menanggungnya.

“Keterlambatan kita komunikasikan dan kita sampaikan konsekuensinya. Kalau berkonsekuensi tambah masa tinggal jemaah kita sampaikan juga karena itu ada dalam kontrak,” tegas Hilman.

Hilman memberikan contoh adanya keterlambatan satu maskapai yang lantas harus mencarikan penginapan dan memberikan makan bagi jemaah.

“Kita sebenarnya tidak ingin fokus di penggantian, tapi bagaimana ini tidak ada keterlambatan. Kasihan keluarga di Indonesia sudah menjemput kadang juga menginap,” ucap Hilman.

Hilman menuturkan bahwa dalam rapat evaluasi ini juga dibahas tentang jatah air zamzam bagi jemaah. Kementerian Agama akan segera mengusulkan penambahan jatah air zamzam bagi jemaah menjadi 10 liter.

“Kita pelajari dan kita siapkan tim. Nanti air zamzam bisa disimulasikan andaikan ditambah jadi 10 liter. Tapi problem utama proses distribusinya, kalau tambah 5 liter kali 100 ribu jemaah misalnya, kan banyak. Nanti biayanya bagaimana ini sedang kita kaji,” tutur Hilman.

Pembatasan usia jemaah, ungkap Hilman, juga sedang dikaji karena di Indonesia saat ini terdapat 750 ribu jemaah lansia yang juga harus difasilitasi secara proporsional.

“Jangan sampai haji ini eksklusif, kecuali ada faktor terkait protokol kesehatan. Misalnya tahun ini dibatasi usia 65 tahun. Yang pasti, evaluasi haji tahun ini menunjukkan tingkat kepuasan jemaah meningkat,” terang Hilman.

Lebih lanjut Himan mengungkapkan bahwa pihaknya tidak menilai sendiri tapi dari PHU memastikan prosedur yang kita tentukan bisa dijalankan. Aturan terkait pelayanan juga dijalankan. Kepuasan jemaah dengan meminta lembaga independen untuk mensurvei.

Sementara itu, Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Ditjen PHU, Saiful Mujab menyebutkan, untuk kepulangan, seluruh debarkasi dan asrama haji juga telah siap menyambut jemaah.

“Setiap jemaah yang datang di bandara langsung kami arahkan ke asrama haji dan kita kasih zamzam lima liter,” imbuh Saiful.

Saiful menegaskan bahwa seluruh jemaah juga langsung dilakukan swab antigen. Jika menemukan ada yang positif Covid-19, maka langsung dilakukan pemisahan jemaah. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *