Jum. Agu 12th, 2022
Terjadi Miskonsepsi Implementasi Kurikulum Merdeka, Kemendikbudristek Luruskan Melalui Lima Hal

ACEHSIANA.COM, Jakarta – Dinilai konten tidak tepat, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) menarik dan merevisi buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) kelas VII. Hal itu disampaikan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Anindito Aditomo, pada Rabu (27/7) di Jakarta.

Menurut Anindito, penarikan dan revisi tersebut dilakukan setelah menerima dan memperhatikan laporan masyarakat terkait konten dalam buku PPKn kelas VII. Pihaknya, lanjut Anindito, mengapresiasi laporan, koreksi, dan saran perbaikan yang disampaikan masyarakat tersebut.

“Kita sangat mengapresiasi masukan, saran, dan perbaikan untuk revisi berkelanjutan terkait buku pendidikan,” ujar Anindito.

Dikatakan Anindito bahwa buku pendidikan atau buku teks pelajaran yang diterbitkan pihaknya merupakan dokumen kehidupan yang diperbaiki dan dimutakhirkan.

“Saat ini Pusat Perbukuan kita tengah melakukan kajian terkait konten di dalam buku mata pelajaran PPKn SMP Kelas VII terbitan 2021 tersebut. Kita segera memperbaiki sesuai masukan yang diterima dari berbagai pihak, khususnya mengenai penjelasan tentang Trinitas dalam agama Kristen Protestan dan Katolik,” sebut Anindito.

Anindito menambahkan bahwa dalam proses perbaikan, Pusat Perbukuan akan melibatkan perwakilan dari Konferensi Waligereja Indonesia dan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia. Waligereja Indonesia dan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia. Selain itu, tambah Anindito, Kemdikbudristek akan menarik dan mengganti buku yang saat ini beredar.

“Buku elektronik yang beredar sudah kami tarik dan segera kami ganti dengan edisi revisi. Pencetakan versi sudah kami hentikan. Untuk pencetakan selanjutnya akan menggunakan edisi revisi,” tutur Anindito.

Anindito menuturkan bahwa pihaknya juga akan segera mengedarkan perbaikannya bagi yang sudah menerima buku-buku versi lama tersebut. Anindito menjamin bahwa Kemdikbudristek selalu terbuka untuk menerima masukan, koreksi, dan saran untuk memperbaiki kualitas buku-buku pendidikan.

“Masukan, koreksi, dan saran dapat dialamatkan kepada penulis atau melalui alamat surel buku@kemdikbud.go.id,” tutup Anindito. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *