Jum. Agu 12th, 2022

ACEHSIANA.COM, Banda Aceh – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Barat Daya mengirimkan 15 Kepala SD dan SMP untuk mengikuti pelatihan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekhnologi (Kemdikbud) melalui Badan Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Aceh.

Pelatihan pendampingan, perencanaan, penatausahaan dan pelaporan sekolah menggunakan platform SDS, platform rapor pendidikan dan platform merdeka belajar tahap II berlangsung di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh, dari tanggal 21-23 Juli 2022.

Koordinator rombongan kepala sekolah dari Kabupaten Abdya, Syamsuardi SPd kepada acehsiana.com, Jum’at (22/7) mengatakan, peserta yang mengikuti pelatihan pendampingan tahap II ini merupakan Kepala SD dan SMP sekolah penggerak.

“Pelatihan ini lanjutan dari program sekolah penggerak tahap I diikuti beberapa kabupaten/kota sebagai sekolah penggerak,” kata Syamsuardi.

Dikatakannya, di Kabupaten Abdya ada 15 sekolah penggerak terdiri dari jenjang SD dan SMP yang sebelumnya mengikuti proses seleksi dari Kemdikbudristek.

Syamsuardi menyebutkan, 15 kepala sekolah yang mengikuti pelatihan ini masing-masing, Tasrullah SPd Kepala SDN 1 Babahrot, Muhammad Kanis SPd Kepala SDN 2 Babahrot, Mumfikar SPd Kepala SDN 2 Blang Pidie, Yusniarti Yahya SPd Kepala SDN 12 Blang Pidie.

Selanjutnya, Juli SPd Kepala SDN 3 Lembah Sabil, Syamsuardi SPd Kepala SDN 2 Lembah Sabil, Muhammad Wahyu SPdI Kepala SMPN 1 Blang Pidie, Wildanur MPd Kepala SMPN 1 Jeumpa, Agusna Dewi SPd SD Kepala SDN 5 Blang Pidie.

Berikutnya, Zubaidi SPd Kepala SDN 8 Blang Pidie, Risna Husaifa SPdI Kepala SDN 1 Lembah Sabil, Irma Suriyani Kepala SD Insan Madani, Heri Norman SPd Kepala SDN Unggul Tunas Abdya, Irsyaf Eka Putra Kepala SMPN 5 Babahrot dan Heryanto Kepala SMP Insan Madani.

Sementara salah seorang pemateri dari BPMP, M. Zahridani ST MKom menyampaikan, tujuan umum kegiatan ini peserta diharapkan dapat memanfaatkan semua platform yang telah disediakan oleh Kemdikbudristek untuk mendukung proses pembelajaran.

“Sedangkan tujuan khusus dari kegiatan pendampingan ini adalah, memanfaatkan platform sumber daya sekolah yaitu Siplah, Arkas dan Tanya Bos,” sebut Zahridani.

Selain itu jelasnya, memanfaatkan platform rapor pendidikan untuk melakukan perencanaan di satuan pendidikan dan memanfaatkan platform merdeka mengajar dalam proses implementasi kurikulum merdeka.[]

Penulis : Baihaki
Editor : Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *