Jum. Agu 19th, 2022

ACEHSIANA.COM. Tapaktuan – Setelah dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM beberapa waktu lalu, kini kelas jarak jauh yang berlokasi di Desa Alur Keujrun, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Senin 18 Juli 2022 resmi memulai kegiatan belajar mengajar.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM melalui Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Wilayah Aceh Selatan, Annadwi SPd MM, kepada acehsiana.com, Selasa (19/7) mengatakan, kegiatan belajar-mengajar kelas jauh di Desa Alur Keujrun resmi dimulai bersamaan dengan kalender pendidikan tahun ajaran baru tahun 2022/2023.

Kata Kacabdin Wilayah Aceh Selatan, kelas jauh ini merupakan cabang dari SMA Negeri 1 Kluet Tengah di Menggamat Aceh Selatan.

“Desa Alur Keujrun merupakan desa kecil yang berada di pelosok Kluet Tengah dan belum memiliki jaringan seluler, sementara satu-satunya akses untuk menuju ke desa tersebut menggunakan Robin menelusuri Sungai Kluet dengan jarak tempuh mencapai tiga jam perjalanan,” kata Annadwi.

Dikatakannya, Alhamdulillah hari ini Senin, 18 Juni 2022 dimulainya kegiatan belajar mengajar kelas jauh diikuti 12 orang siswa yang terdaftar.

Annadwi menjelaskan, kelas jauh ini merupakan upaya Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh dalam rangka menjangkau pemerataan pendidikan hingga ke pelosok daerah, karena pendidikan adalah hak setiap anak bangsa dimanapun mereka berada.

Maka dengan dibukanya kelas jauh ini, anak-anak desa setempat yang semula putus sekolah tamatan SMP, bisa langsung melanjutkan ke jenjang SMA melalui kelas jauh tersebut.

“Di Alur Keujrun memiliki SD dan SMP Satu Atap, karena belum ada bangunan SMA maka kita buka kelas jauh dengan meminjam kelas SD. Jadi siswa kelas jauh masuk belajar saat murid SD pulang sekolah,” ujar Kacabdin Wilayah Selatan itu.

Ditambahkannya, untuk guru yang mengajar, mereka didatangkan dari sekolah terdekat yaitu SMAN 1 Kluet Tengah secara bergiliran. Jadi para guru kita gilir sesuai dengan jam pelajaran mereka.

“Bentuk keseriusan ini, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA, SMK dan SLB Kabupaten Aceh Selatan membeli sebuah Robin melalui sumbangan suka rela untuk digunakan sebagai transportasi guru,”

Ditambahkannya, semua biaya transportasi guru digratiskan karena Disdik Aceh membiayai Rp.1,5 juta perbulannya untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Bentuk perhatian Disdik Aceh, guru yang mengajar disana diberikan honor terhitung 24 jam seminggu dan yang menakhodai Robin itu dikontrak sebagai tenaga pendidik,” tutup Annadwi.

Sementara M. Nasir, orang tua dari Bahlian yang merupakan salah seorang siswa mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Aceh atas dibukanya kelas jauh tersebut.

Menurut Nasir, anaknya yang sebelumnya putus sekolah lantaran terlalu jauh untuk melanjutkan sekolah di SMA Negeri 1 Kluet Tengah, kini dapat melanjutkan jenjang SMA tanpa harus ke SMA Negeri 1 Kluet Tengah, namun tercatat sebagai siswa pada sekolah tersebut.

“Kami sangat berterima kasih atas dibukanya kelas jauh ini, sehingga anak-anak di sini dapat bersekolah layaknya anak-anak lain yang tinggal di daerah pedalaman dapat menjangkau fasilitas pendidikan dengan mudah,” ujarnya.

Pria yang juga mantan Kepala Desa Alur Keujrun itu berharap agar kelas jauh ini dapat berjalan secara berkelanjutan, sehingga setiap anak-anak yang nantinya tanatan SMP dapat langsung melanjutkan ke jenjang SMA dengan adanya kelas jauh ini.

“Sekali lagi kami ucapkan kepada Pemerintah Aceh, terutama Dinas Pendidikan Aceh,” ucap Nasir.

Beli Sampan untuk Permudah Transportasi

Dalam rangka mempermudah alat transportasi guru saat hendak mengajar di kelas jarak jauh, Cabdin Wilayah Aceh Selatan melalui MKKS SMA, SMK dan SLB Kabupaten Aceh Selatan.

Pada kesempatan itu juga menyerahkan satu unit Robin kepada operator untuk digunakan mengantar para guru untuk mengajar kelas jauh di Alur Keujrun.

“Karena jika menunggu Robin masyarakat tentu terbatas dan tidak selalu ada kapan diperlukan. Makanya melalui MKKS patungan untuk membeli Robin ini yang kemudian diserahkan kepada operator atau nakhoda yang ditunjuk,” imbuh Annadwi.

Dalam kesempatan itu turut hadir Ketua MKKS SMA Kabupaten Aceh Selatan, Muzakir SPd, beberapa Kepala SMA, pengawas sekolah dan para dewan guru SMA Negeri 1 Kluet Tengah.

Editor : Baihaki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *