Jum. Agu 12th, 2022
Diumumkan via Microsoft Office 365, 95,16% Siswa SMAN 7 Lhokseumawe Dinyatakan Lulus

ACEHSIANA.COM, Lhokseumawe – Tahun ajaran baru 2022/2023 di Aceh akan dimulai pada tanggal 15 Juli 2022. Mulai tahun ajaran baru 2022/2023, SMAN 7 Lhokseumawe menerapkan Kurikulum Merdeka (KM). Hal itu disampaikan Kepala SMAN 7 Lhokseumawe, Drs Mukhtaruddin MPd pada Kamis (14/7).

Kepala SMAN 7 Lhokseumawe, Mukhtaruddin menjelaskan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka dimulai pada Kelas X.

“Kurikulum Merdeka Belajar merupakan kebijakan pengembangan yang menjadi langkah untuk mentransformasi pendidikan demi terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul Indonesia yang memiliki Profil Pelajar Pancasila. Kita mulai dari Kelas X terlebih dahulu sesuai denga sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM),” ujar Mukhtaruddin.

Dikatakan Mukhtaruddin, kelas XI dan XII tetap menerapkan Kurikulum 2013. Selain itu, tambah Mukhtaruddin, pihaknya juga menerapkan Kurikulum Muatan Lokal Aceh sebagaimana Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Aceh nomor 421/B/10875/2022 tentang pelaksanaan kurikulum muatan lokal.

“Artinya kita menerapkan tiga kurikulum sekaligus, yaitu Kurikulum Merdeka, Kurikulum 2013, dan Kurikulum Muatan Lokal Aceh,” sebut Mukhtaruddin.

Mukhtaruddin menambahkan bahwa khusus Kurikulum Merdeka, sesuai dengan arahan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), sekolah diberikan kebebasan dalam menerapkan IKM.

“Sekolah bebas memilih penggunaan Kurikulum. Ada sekolah yang memilih kurikulum merdeka yang dilakukan dengan tipe mandiri belajar, mandiri berubah, dan mandiri berbagi. Sementara kita memilih tipe mandiri berubah,” ucap Mukhtaruddin.

Lebih lanjut Mukhtaruddin menambahkan bahwa terdapat 3 (tiga) jalur atau tipe ini penerapan Kurikulum Merdeka, yaitu, pertama, Mandiri Belajar, sekolah yang menerapkan kurikulum 2013 tapi mereka mempelajari prinsip-prinsip dari kurikulum merdeka untuk nanti bisa diterapkan.

Kedua, Mandiri Berubah, yaitu memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk menerapkan kurikulum merdeka dengan menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan pada satuan pendidikan,” terang Mukhtaruddin.

Ketiga, Mandiri Berbagi, dimana sekolah dapat mengembangkan sendiri perangkat ajar dalam proses penerapan kurikulum merdeka. Tipe ini juga memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan dalam menerapkan kurikulum merdeka dengan mengembangkan sendiri perangkat ajar pada tiap satuan pendidikan.

“Sebagai persiapan penerapan IKM, kita sudah melatih para guru tentang Kurikulum Merdeka. Mulai dari Kurikulum Merdeka secara umum hingga perencanaan perangkat ajar. Perangkat ajar yang dibuat guru terdiri atas Analisis Capaian Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, hingga Modul Ajar,” tutur Mukhtaruddin.

Lebih lanjut Mukhtaruddin menambahkan bahwa pihaknya tidak mengalami kesulitan dalam persiapan mengingat salah seorang guru SMAN 7 Lhokseumawe merupakan Fasilitator Guru Penggerak. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *