Rab. Jul 6th, 2022

ACEHSIANA.- COM – Bireuen – Sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) SMA dalam wilayah Kerja Cabang Dinas Pendidikan wilayah Bireuen dalam sebulan ini telah berlangsung di 10  SMA, diantaranya SMAN 1 Bireuen, SMAN 2 Bireuen, SMAN 1 Juli, SMAN 1 Kuala, SMAN 1 Gandapura, SMAN 2 Peusangan, SMAN 2 Samalanga.

Hari ini  Sekolah Menengah Atas (SMA)  Jeumpa SMAN 1 Peudada dan SMAS Islam Darul Ulum tanoh mirah Kabupaten Bireuen menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di Aula SMAN 1 Jeumpa, Kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen, Selasa, 21 Juni 2022. Kegiatan ini dinamakan Roadshow KURMA Cabdin Bireuen turut hadir Pengawas pembina ke tiga Sekolah Hazmi, M. Jafar dan Halimah.

Ketua Panitia Dra. Rosnidar mengatakan, Workshop ini digelar dalam rangka melaksanakan program kerja tahunan yaitu penerapan kurikulum baru yang dikenal dengan nama Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) perlu kita sosialisasi kepada semua guru terutama guru yang akan mengajar di kelas X tahun pelajaran 2022-2023 dengn tujuan agar guru memahami kurikulum Merdeka yang akan menjadi pedoman mulai tahun ini.

Kegiatan ini dihadiri oleh guru dan 3 sekolah Negeri dan Swasta. SMA Negeri 1 Peudada, SMA Negeri 1 Jeumpa dan SMA Swasta Darul Ulum Tanoh Merah. Jumlah seluruh peserta kegiatan ini sebanyak 60 orang lapor Roslina kepada Kacabdin Bireuen.

“Mari sambut tahun ajaran baru 2022 – 2023 dengan penuh semangat, isi pengetahuan Kurikulum Merdeka dengan benar agar semoga kita lebih siap dalam menghadapi kurikulum merdeka ini,” katanya

“Kegiatan ini dapat dijadikan sebagai pengembangan kompetensi berkelanjutan dan mendapatkan kredit poin,” jelasnya.

Hal senada disampaikan KANCABDIN Abdul  Hamid MPd, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para Peserta dari berbagai sekolah baik Sekolah Negeri maupun Swasta.

“Semoga dengan Workshop ini bisa terus meningkatkan kapasitas dan kualitas Pendidik sebagai orang yang akan menstranfer knowledge kepada para peserta didik. Sehingga  memahami Implementasi Kurikulum Merdeka, menjadi kebutuhan guru” ucapnya.

Khairuddin MPd kepala SMAN 1 Matangkuli, sebagai pemateri Workshop KURMA menuturkan, materi yang disampaikan yaitu arti penting dari IKM, bagaimana cara penerapan IKM di kelas dan sekolah serta cara membuat RPP berdifirensi yang menari. “Agar kegiatan ini dapat dijadikan sebagai Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan (PKB),” tandasnya.
(Heri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *