Jum. Jul 1st, 2022

ACEHSIANA.COM. Banda Aceh – Sejumlah Kepala SD dan SMP dari Kabupaten Nagan Raya mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi kepemimpinan dari kepala sekolah penggerak angkatan 1 dan 2 dengan materi perencanaan, penatausahaan dan pelaporan sekolah menggunakan platform SDS, platform rapor pendidikan dan platform merdeka belajar.

Pelatihan yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Aceh itu dilaksanakan dari tanggal 17-19 Juni 2022 di Grand Nanggroe Kota Banda Aceh.

Salah seorang perwakilan kepala sekolah dari Nagan Raya yang juga Kepala SD Negeri Krueng Ukam II, Muhammad Yunus SPd MSi kepada media, Minggu (19/06) mengatakan, ada 15 Kepala SD dan SMP mengikuti pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini.

Kata M Yunus, 15 Kepala SD dan SMP terdiri dari, Kepala SDN Krueng Ukam II, Kepala SDN 1 Alue Bilie, Kepala SD-IT Cut Nyak Dien, Kepala SMPN 1 Darul Makmur, Kepala SMPN Beutong Ateuh, Kepala SMPN 11 Kuala, Kepala SMPN 1 Kuala, Kepala SMPN 8 Kuala.

Selanjutnya, Kepala TK IT Arrahman 1 Kuala, Kepala KB Mutiara Bangsa, Kepala SMPN 5 Seunagan, Kepala SDN Blang Muko, Kepala SDN Alue Rambot, Kepala SDN Blang Ara dan Kepala SDN 1 Jeuram.

“Pelatihan ini sebagai upaya pengembangan kapasitas kepala sekolah dalam memanajemen sekolah dan penguasaan Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK),” ujar Ketua PGRI Kabupaten Nagan Raya ini.

Ditambahkan M Yunus, setelah mengikuti pelatihan ini, kepala sekolah mampu menerapkannya di sekolah masing-masing dan bisa membantu kepala sekolah yang lain di daerah untuk sama-sama mengembangkan platform merdeka belajar.

Sementara salah seorang pemateri, Eva Deliana Bangun SPd, Kepala SMP Negeri 4 Tenggulun Kabupaten Aceh Tamiang menuturkan, kegiatan ini sangat bermanfaat karena materi yang disampaikan sesuatu hal yang baru bagi sekolah, khususnya kepala sekolah, dan guru.

Eva menjelaskan, misalnya platform merdeka mengajar, masih banyak kepala sekolah khususnya di Aceh belum paham tentang aplikasi ini. Padahal aplikasi ini sangat bermanfaat dan memudahkan sekolah, khususnya bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran di sekolah. Mulai dari administrasi, perencanaan, pelaksanaan bahkan penilaian sudah ada dalam aplikasi ini.

“Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan kepada peserta nantinya akan mengimbaskan informasi yang diperoleh ke rekan-rekan kepala sekolah yang tidak ikut dalam kegiatan ini, paling tidak mengimbaskan ke komunitas di sekolah masing-masing,” ucap juara satu guru SMP berprestasi tingkat provinsi tahun 2021.

Juara duta rumah belajar Aceh 2021 ini, menekankan kepada kepala sekolah agar pelatihan ini bisa membantu guru-guru di sekolahnya. Sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan persentasi akses masuk ke platform ini menjadi lebih meningkat lagi. Saat ini Aceh berada di posisi 3 dari bawah terkait tingkat akses ke Platform Merdeka Mengajar (PMM).* (Baihaki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *