Jum. Jul 1st, 2022

ACEHSIANA.COM, Tapaktuan – Forum Bedah Desa Nasional (FBDN) Indonesia mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan agar mengoptimalkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu disampaikan Ketua FBDN, T Sukandi, pada Sabtu (18/6) di Tapaktuan.

Menurut T Sukandi, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor  116/PK.07/2021 Tentang Peta Indek Kapasitas Fiskal Daerah (IKFD) Tahun 2021 statusnya secara persentase sangat signifikan kenaikannya bila bibandingkan dengan tahun 2020 yang angkanya dari 0,029 menjadi 0,736.

“Indek Kemampuan Keuangan Daerah (IKKD) Kabupaten Aceh Selatan tahun 2021, PAD  133 miliar dan APBK  1,3 triliun. Maka IKKD Kabupaten Aceh Selatan capaiannya 9 % lebih,” ujar T Sukandi.

Dikatakan T Sukandi bahwa pada tahun 2022 PAD Aceh Selatan sekitar 141,9 miliar dan APBK  1,34 triliun. Bila estimasi PAD ini dapat terealisasi dengan baik maka IKKD Kabupaten Aceh Selatan akan melampaui angka 10 %.

“Kenaikan Angka PAD meningkat setiap tahun maka dengan sendirinya IPKD Kabupaten Aceh Selatan semakin membuat kita optimis dalam pembiayaan belanja rumah tangga Aceh Selatan semakin stabil pula keadaannya,” sebut T Sukandi.

T Sukandi menyarankan agar membuka dan meningkatkan sumber-sumber baru PAD dan optimalisasikan penerimaan PAD dengan konsisten dan konsekwen,” tutur T Sukandi.

Lebih lanjut T Sukandi menuturkan agar Pemkab menutup kebocoran dan hindari pemborosan dalam pengelolaan keuangan yang bersifat manipulatif serta kembali mengacu pada asas pengelolaan keuangan yang bersifat transparan dan akuntabel. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *