Sel. Jul 5th, 2022

ACEHSIANA.COM, Tapaktuan – Maraknya penebangan liar (illegal logging) di kawasan Bakongan Kabupaten Aceh Selatan diduga melibatkan aparat penegak hukum (APH), Forum Peduli Aceh Selatan (For-PAS) meminta Kapolda Aceh untuk menindak tegas. Permintaan tersebut disampaikan Koordinator For-PAS, T Sukandi pada Rabu (25/5) di Tapaktuan.

Menurut T Sukandi, fenomena yang terjadi jika rakyat menebang kayu di hutan, maka akan ditangkap dengan dalih illegal logging.

“Tetapi jika para cukong dengan backingnya merambah hutan lindung menumpuk kayu di gudang, maka permasalahannya mereka selesaikan di Medan di hotel berbintang. Itulah fenomena konspirasi ilegal logging yang terjadi di wilayah hukum Mapolres Aceh Selatan,” ujar T Sukandi.

Dikatakan T Sukandi, ironis dan sinis memang bila di urai carut marutnya penilaian masyarakat terhadap ketimpangan yang terjadi tentang praktek ilegal logging di Aceh Selatan. Diduga, lanjut T Sukandi, melibatkan oknum APH setempat yang turut serta bersama-sama merampok kekayaan alam milik negara.

“Masyarakat sebagai warga negara yang baik yang selalu diminta dan diimbau oleh para petinggi aparatur pemerintah dan oleh petinggi aparat hukum untuk selalu sensitif dan responsif bila melihat ada pelanggaran hukum di lingkungannya maka segera melaporkan setiap informasi terhadap pelanggaran hukum,” sebut T Sukandi.

T Sukandi menambahkan bahwa berdasarkan kesadaran hukum masyarakat yang semakin tinggi tentu masyarakat semakin berani menyampaikan informasi bila melihat kejahatan di dalam lingkungannya kepada aparat penegak hukum.

“Kami memohon kepada Kapolda Aceh untuk dapat menindak dengan tegas, cepat dan tepat terhadap siapapun yang terlibat dalam mafia ilegal logging di Aceh Selatan yang diduga melibatkan oknum polisi di wilayah hukum ilegal logging setempat,” tutur T Sukandi.

Lebih lanjut T Sukandi menuturkan bahwa tindakan tegas, cepat dan tepat Kapolda Aceh akan mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Polri sebagai pengayom, pelayan dan pelindung serta penegak hukum bagi masyarakat. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *