Jum. Jul 1st, 2022

Oleh : Ridwan

Banyak informasi tentang penerapan kurikulum baru yang akan di laksanakan oleh sekolah sekolah yg bukan sekolah pengerak, sebenarnya tidak jadi masalah justru lebih baik untuk mempercepat perubahan ekosistem pendidikan dan lingkungan sekolah sesuai dengan kebutuhan murid.

Penerapan kurikulum prototipe tidak di paksakan untuk di terapkan oleh sekolah yg bukan sekolah pengerak. Justru sekolah boleh memilih apakah menggunakan kurikulum 2013.

Saya mengapresiasikan semangat kepala sekolah untuk menerapkan kurikulum baru dilingkungan sekolahnya, namun perlu di perhatikan kesiapan semua elemen dalam lingkungan sekolah, misalnya guru, sarana, bentuk pembelajaran, profil pelajar Pancasila.

Jangan paksakan harus di terapkan atau nanti menjadi pelaksanaan Abal Abal.

Yg sangat penting harus di bangunkan sebelum penerapan kurikulum prototipe di antaranya pemahaman guru tentang mardeka belajar dan profil pelajar Pancasila atau bisa di laksanakan secara berbarengan.

Pemahaman dan pelatihan penerapan kurikulum prototipe harus benar-benar harus di terima dari tutor yg menguasai alur mardeka dan pemahaman profil pelajar Pancasila sehingga tidak salah paham dalam penerapan di lapangan.

Saat ini hampir semua daerah di Aceh sudah ada pengajar praktik dan guru pengerak yg terlibat langsung dengan program pendidikan dan pengembangan mardeka belajar dan profil pelajar Pancasila.

Jgan sampai penerapan di sekolah bentrok dengan pemahaman pengajar praktik dan guru pengerak yg sdah mendapatkan pemahaman merdeka belajar.

Penulis, Guru SMAN 3 Bireuen, Calon Guru Penggerak Bireuen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *