Kam. Mei 26th, 2022

ACEHSIANA.COM, Tapaktuan – Komisi I DPRK Aceh Selatan menggelar pertemuan dengan pihak Yayasan Politeknik Aceh Selatan (Yapoltas) pada Selasa (10/5). Forum Peduli Aceh Selatan (For-PAS) menyayangkan pertemuan tersebut terkesan ditutup-tutupi atau dirahasiakan. Hal itu disampaikan Koordinator For-PAS, T Sukandi.

Menurut T Sukandi, berdasarkan penelusuran pihaknya, pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRK, Adi Samridha, Ketua Komisi I, Velly Hidayat, Hadi Surya, Rajo Evi, Darman, dan Dailami. Sementara dari Yapoltas diwakili oleh Ketua Yapoltas Rasyidin, Wakil Ketua Yapoltas yang juga Plt Direktur Poltas, Mirjas, Masrizal A Karim, Syaiful Rahman, dan Mukhlis TC.

T Sukandi menuding pertemuan tersebut tidak menghasilkan keputusan yang jelas dan akurat karena memang terkesan ditutup-tutupi.

“Akibat kertertutupan informasi itu maka masyarakat telah membuat penilaiannya sendiri. Salah satunya adalah Rasyidin telah dapat mematahkan dan menelikung semua argument-argumen DPRK yang dikemukakan atas semua pelanggaran yang dilakukan Yapoltas selama ini,” ujar T Sukandi.

Dikatakan T Sukandi bahwa pihaknya menduga DPRK Aceh Selatan tumpul dan mandul bila berhadapan dengan Rasyidin yang punya jabatan Inspektur Inspektorat itu. Bisa jadi, lanjut T Sukandi, Rasyidin sangat mengetahui pengelolaan anggaran DPRK beserta tunjangan lainnya selama ini yang sangat buruk melalui auditor yang secara berkala melakukan audit verifikasi validasi atas pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Aceh Selatan.

“Sepantasnya DPRK mesti juga mendengarkan penjelasan dari pihak lain sehingga informasinya jadi berimbang. Akan tetapi bila Yapoltas saja secara sepihak didengarkan maka akibatnya Yapoltas melakukan pembelaan diri seolah mendikte DPRK dengan berbagai dalih yang dijadikan alasan pembenaran,” sebut T Sukandi.

T Sukandi mengungkapkan bahwa kalimat tenggang waktu sementara yang disampaikan Rasyidin Plt Direktur Poltas itu berapa lama. Sewajarnya DPRK bersama Yapoltas menetapkan targetnya secara jelas dan tegas tidak mengambang

“Sejak beberapa bulan yang lalu kata sementara yang keluar dari mulut Rasyidin itu sudah tidak terhitung lagi maka sebahagian masyarakat menganggap itu adalah omong kosong belaka,” tegas T Sukandi.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRK Aceh Selatan, Velly Hidayat, mengakui bahwa pihaknya telah memanggil pihak Yapolta pada Selasa 10 Mei 2022 untuk dimintai keterangan dan klarifikasi terkait polemik penunjukan Plt Direktur Politeknik.

“Yayasan merupakan lembaga berbadan hukum yang memiliki undang-undang tersendiri, tidak pada kewenangan DPRK dalam mengintervensi. Namun demi pendidikan di Aceh Selatan maka Komisi I mengundang Yapoltas untuk koordinasi terkait polemik yang berkembang karena koordinasi dan silaturahmi tidak dilarang, apalagi DPRK bagian dari penyandang dana untuk Yapoltas melalui pengesahan APBK,” kata Velly.

Velly menambahkan bahwa berdasarkan penjelasan pihak Yapoltas, persoalan penunjukan Plt Direktur hanya persoalan yang lumrah karena Plt hanya bersifat sementara untuk mengisi kekosongan, bukan definitif. Namun, tambah Velly, pihaknya meminta kepada pihak Yapoltas untuk segera menyelesaikan penjaringan dan penetapan direktur definitif sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Alhamdulillah dari keterangan dalam rapat tesebut dijelaskan sudah rampung, memasuki tahap persetujuan tertulis dari atasan instansi/pimpinan PTS/PTN yang bersangkutan bagi calon yang tidak berstatus dosen tetap di Poltas,” ucap Velly.

Velly menuturkan bahwa pihaknya meminta kepada para pihak untuk tidak memperkeruh keadaan lagi agar tidak melahirkan persepsi negatif terhadap terhadap Poltas, baik calon direktur, calon mahasiswa baru dan pihak lainnya.

“Kita berikan dukungan kepada Yapoltas dalam melakukan upaya-upaya terbaik untuk Poltas. Meminta kepada Yapoltas untuk tidak patah semangat, sejauh demi kebaikan daerah, penilaian pro dan kontra hanya pespektif dan penafsiran dari ketentuan. Semakin dipolemikan, maka makin berpolemik. Semakin ditafsirkan, maka makin multi tafsir,” ungkap Velly.

Velly memberikan apresiasi kepada Bupati Aceh Selatan yang telah melakukan upaya-upaya membantu kerja Yapoltas. Kabarnya hari ini, sebut Velly, Bupati Aceh Selatan telah mengagendakan pertemuan dengan pimipinan Perguruan Tinggi calon Direktur Poltas.

“Harapan kami, Poltas semakin maju, terus berbenah dan dengan penetapan Direktur baru dapat lebih fokus pada upaya penegrian kampus, bukan hanya sekedar program pencitraan belaka. Masukan kami kepada Pimpinan dan Pengurus Yapoltas, tingkatkan kinerja dalam penggalangan dana, memberi dukungan untuk manajemen Poltas dalam upaya penegerian dan terpenting tingkatkan koordinasi dengan para pihak,” pungkas Velly. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *