Sen. Mei 23rd, 2022
Polemik Plt Direktur Poltas, KNPI Minta Yayasan Respon Cepat

ACEHSIANA.COM, Tapaktuan – Polemik pengangkatan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Politeknik Aceh Selatan (Poltas) yang diduga cacat hukum, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Aceh Selatan meminta pihak Yayasan Poltas (Yapoltas) untuk merespon dengan cepat. Permintaan tersebut disampaikan Ketua KNPI Aceh Selatan, Sudirjo dalam rilis yang diterima acehsiana.com, pada Minggu (8/5).

Menurut Sudirjo, pengangkatan Plt Direktur Poltas, Mirjas SSi dari internal Yayasan bertentangan dengan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 3 Tahun 2021 tentang larangan rangkap jabatan organ Yayasan dalam perguruan tinggi.

“Surat yang dilayangkan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIII kepada Ketua Yapoltas tertanggal 8 Maret 2022, seharusnya direspon secara cepat, bukan justru memberi jawaban dengan menambah persoalan baru,” ujar Sudirjo.

Dikatakan Sudirjo, respon cepat perlu dilakukan agar tidak mengganggu proses perkuliahan mahasiswa Poltas. Jangan akibat dari persoalan tersebut, lanjut Sudirjo, justru mengorbankan mahasiswa yang sedang menimba ilmu.

“Jika polemik ini terus berlanjutbukan hanya berdampak terhadap nasib mahasiswa, juga mempengaruhi kelanjutan percepatan proses penegerian kampus Poltas,” sebut Sudirjo.

Sudirjo menambahkan bahwa sikap pihak yayasan yang terkesan mengabaikan surat yang dilayangkan LLDIKTI Wilayah XIII sama halnya dengan tidak menghargai dan menghormati institusi lembaga negara dibawah Kemendikbudristek yang bertanggungjawab mengawasi dan mengontrol operasional kampus-kampus swasta seluruh Indonesia.

“Polemik Plt Direktur Poltas semoga tidak mengganggu kelanjutan penegerian Poltas yang merupakan satu-satunya pendidikan vokasi kebanggaan masyarakat Aceh Selatan dan umumnya masyarakat Pantai Barat Selatan Aceh tersebut,” tutur Sudirjo.

Sudirjo mengharapkan agar proses rekrutmen calon direktur definitif yang saat ini sedang berlangsung harus dilakukan secara transparan jangan justru terkesan seperti ditutup-tutupi.

“Setiap proses perekrutan pucuk pimpinan tertinggi sebuah perguruan tinggi lazimnya dari awal tetap dilakukan secara terbuka dan transparan. Setiap masyarakat dapat mengetahui sejauh mana perkembangan perekrutan Direktur Poltas,” terang Sudirjo.

Sudirjo menegaskan bahwa langkah tersebut penting dijadikan perhatian serius agar direktur yang terpilih nantinya benar-benar sosok yang mampu mempercepat kemajuan Poltas seperti peningkatan mutu pendidikan dan peningkatan akreditasi serta mampu menegerikan kampus Poltas paling lambat dalam rentang waktu 2 tahun kedepan.

“Keberhasilan mempercepat penegerian Poltas dalam rentang waktu 2 tahun terakhir akan menjadi kado istimewa bagi Pemerintah Aceh Selatan di bawah kepemimpinan AZAM,” tutup Sudirjo. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *