Sel. Mei 24th, 2022

Oleh: Ari Mustina

Berbicara mengenai menyusui bayi, tentu saja tidak asing lagi bagi kita dewasa ini. Hal ini juga didasarkan pada pernyataan UNICEF, WHO dan IDAI di Jakarta-Indonesia pada 7 Januari 2005, ada beberapa kebijakan tentang pemberian makan pada bayi yaitu memberikan Air Susu Ibu (ASI) segera setelah lahir pada satu jam pertama, hanya memberikan ASI saja sampai umur enam bulan, memberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) setelah bayi umur enam bulan, dan tetap memberikan ASI sampai anak umur dua tahun atau lebih (Yuli, 2013).

ASI merupakan hal yang penting diberikan pada bayi sejak dia lahir sampai dia berusia dua tahun atau lebih. Pemberian ASI kepada bayi merupakan cara pemberian makanan yang terbaik, terutama disaat bayi berumur kurang dari enam bulan. Hal ini disebabkan karena ASI mengandung banyak manfaat yang dibutuhkan bayi pada enam bulan pertama masa kehidupannya seperti aspek gizi, imunologik, psikologi, kecerdasan, neurologis, ekonomis dan penundaan kehamilan.

Dalam Al-Qur’an juga disebutkan bahwa masa menyusui dalam ajaran Islam adalah dua tahun. Hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT dalam Q.S al-Baqarah [2]: 233 yang berbunyi:

۞ وَالْوَالِدٰتُ يُرْضِعْنَ اَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ اَرَادَ اَنْ يُّتِمَّ الرَّضَاعَةَ ۗ وَعَلَى الْمَوْلُوْدِ لَهٗ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِۗ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ اِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَاۤرَّ وَالِدَةٌ ۢبِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُوْدٌ لَّهٗ بِوَلَدِهٖ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذٰلِكَ ۚ فَاِنْ اَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗوَاِنْ اَرَدْتُّمْ اَنْ تَسْتَرْضِعُوْٓا اَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ اِذَا سَلَّمْتُمْ مَّآ اٰتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوْفِۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

Artinya: “Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani lebih dari kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan jangan pula seorang ayah (menderita) karena anaknya. Ahli waris pun (berkewajiban) seperti itu pula. Apabila keduanya ingin menyapih dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin menyusukan anakmu kepada orang lain, maka tidak ada dosa bagimu memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS al-Baqarah [2]: 233).

Berdasarkan ayat di atas, dapat disimpulkan bahwa para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Namun tak ada salahnya jika si ibu tak sampai dua tahun dalam menyusui bayinya. Menyusui sampai bayi berumur dua tahun hanyalah sebatas anjuran, bukan kewajiban. Ini diterangkan dalam penghujung QS al-Baqarah [2]: 233 tersebut, yaitu apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Menyusui selama dua tahun disebut sebagai bentuk maksimalnya perhatian orang tua kepada bayinya. Hal ini juga dinyatakan dalam QS Luqman (31):14 yang berbunyi:

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

Artinya: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS Luqman (31):14).

Ayat di atas menyampaikan seorang anak harus mengingat betapa besarnya perhatian ibunya. Ada dua bentuk jasa paling besar seorang ibu, yaitu ketika lemahnya masa hamil, dan menyusuinya selama dua tahun. Dua hal ini adalah jasa sangat besar seorang ibu yang disebutkan Allah SWT. Karena itulah si anak wajib berbakti pada ibunya. Ibu yang menyusui anaknya pasti memberikan ASI terbaik untuk anaknya, salah satu ASI yang baik adalah ASI Eksklusif.

ASI Eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi selama 6 bulan tanpa tambahan makanan dan minuman lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, kecuali obat, vitamin dan mineral. ASI dapat menurunkan angka kematian bayi karena meningkatkan daya imunitasnya sehingga lebih tahan terhadap penyakit. Selain itu, ASI mengandung zat gizi guna mencukupi kebutuhan gizi bayi dan pertumbuhan bayi yang lebih baik.

Keuntungan pemberian ASI pada anak yaitu dapat membuat bayi jauh lebih sehat, meningkatkan kekebalan, kecerdasan emosional dan spiritual lebih baik dibandingkan    dengan anak-anak yang ketika bayi tidak diberi ASI ekslusif. ASI dapat mengurangi angka kematian bayi karena meningkatkan daya imunitasnya sehingga lebih tahan terhadap penyakit. Selain itu, ASI mengandung zat gizi yang selalu disesuaikan dengan kebutuhan bayi.

World Health Organitation (WHO) telah mengkaji atas lebih dari 3.000 penelitian yang menunjukkan bahwa pemberian ASI selama 6 bulan adalah jangka waktu yang paling optimal untuk pemberian ASI eksklusif.  Hal ini didasarkan pada bukti ilmiah bahwa ASI eksklusif mencukupi kebutuhan gizi bayi dan pertumbuhan bayi lebih baik.

Menurut Notoatmodjo (2012), pengetahuan seorang ibu dalam menyusui anaknya merupakan salah satu hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni: indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (over behavior).

Masa mengandung dan menyusui totalnya selama 30 bulan. Jika dua tahun (24 bulan) dihabiskan untuk menyusui, maka sisanya hanya enam bulan untuk masa mengandung. Jika masa mengandung sampai 9 bulan, maka otomatis masa menyusui menjadi 22 bulan. Pemberian ASI selama dua tahun bukan tanpa alasan. Hal ini sebagai bukti, bahwa ajaran Islam sangat memperhatikan asupan nutrisi yang diberikan kepada bayi. Dunia kedokteran membuktikan, ASI yang diberikan selama dua tahun terbukti menjadikan bayi lebih sehat. Bahkan di negara-negara maju, pemerintah dengan suka rela memberikan masa cuti melahirkan selama dua tahun. Hal ini dimaksudkan agar masa menyusui dua tahun dapat dimaksimalkan si ibu untuk menyusui bayinya.

Ilmu kedokteran modern bahkan merinci fase menyusui ini dengan beberapa tahapan. Seperti pada masa enam bulan pertama, dikenal dengan masa ASI eksklusif. Si bayi hanya diperbolehkan meminum ASI dari ibunya saja dan belum diperbolehkan meminum makanan lain. Setelah usia enam bulan, barulah si bayi diberikan makanan lainnya selain ASI. Setelah usia enam bulan, si bayi akan mulai tumbuh gigi dan mengenal tahap belajar duduk, berdiri, lalu berjalan. Keempat aktivitas ini, memerlukan tulang yang kuat, energi yang tepat, serta tenaga yang besar. Jadi diperlukan makanan tambahan disamping ASI yang terus diberikan hingga dua tahun.

Ilmu pengetahuan modern baru-baru ini menegaskan pentingnya pemberian ASI hingga dua tahun, namun ajaran Al-Qur’an telah lama mengimbau umatnya. Orang yang hidup di masa lampau tidak akan mengabaikan dengan nutrisi bayinya. Jika memahami ayat Al-Qur’an tersebut, maka seorang ibu akan optimal dalam menjaga pertumbuhan bayinya. (*)

Penulis adalah Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Syiah Kuala

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *