Kam. Mei 26th, 2022
Manfaat Puasa Bagi Penderita Diabetes

Oleh:

Faridah Husni

Puasa merupakan ibadah fisik dan batin yang sarat makna dan keberkahan, sehingga kehadiranya sangat dinantikan oleh kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia. Hikmah berpuasa selama bulan Ramadhan ini adalah memantapkan ketundukan kita dalam komitmen takwa, sebagaimana diungkap dalam Alquran, surah Al-Baqarah ayat 183:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertakwa”; dan selanjutnya dalam ayat 185 yang bermakna: “dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu”

Dalam ayat di atas disampaikan bahwa puasa Ramadhan pada hakikatnya merupakan kewajiban yang bersyarat yakni syarat imani dan jasa di. Syarat imani bermakna hanya orang-orang yang beriman saja yang dibebani taklif berpuasa. Sedangkan syarat jasadi adalah bagi mereka yang tidak memiliki halangan fisik yang diwajibkan untuk menjalankan puasa, sebagaimana firman Allah dalam Surah diatas.

Berdasarkan ilmu kedokteran, seseorang yang mengalami diabetes masih diperbolehkan untuk menjalankan ibadah puasa, sejauh memenuhi aturan tertentu yang disesuaikan dengan kondisi penderita. Puasa bagi orang diabetes jika tidak dipersiapkan dengan baik, selain dapat membahayakan jiwa, juga dapat mengganggu kekhusyukan ibadah itu sendiri. Oleh karena itu penting sekali bagi orang yang mengalami diabetes yang ingin berpuasa untuk memahami kondisi diabetes yang memungkinkannya untuk berpuasa secara aman.

mungkin dilema apakah ikut berpuasa atau tidak di bulan Ramadan ini. Tak sedikit diabetesi yang melewatkan puasa karena takut berimbas pada kadar gula darahnya. Padahal, jika mau berkonsultasi ke dokter lebih, banyak kebaikan yang didapat oleh diabetesi saat berpuasa. Apa saja manfaat puasa untuk penderita diabetes?

Manfaat puasa untuk penderita diabetes

Bagi para penderita diabetes, puasa merupakan sebuah tantangan tersendiri. Berkurangnya asupan makanan, gula darah pun bisa menurun drastis. Jika Anda tidak makan, tingkat gula darah Anda akan turun di bawah kisaran normal, kondisi ini bisa menyebabkan hipoglikemia. Hal ini juga berlaku pada penderita diabetes yang terlalu banyak makan saat berbuka puasa.

Glukosa lebih teratur

Ketika pendrita diabetes sudah berpuasa selama 8 jam, tubuh mengalami banyak perubahan. Perubahan yang paling besar adalah saat menggunakan serta mengolah energi yang akan digunakan.

Pada awalnya, tubuh memang menggunakan glukosa sebagai energi utama. Namun, ketika gula tersebut habis, tubuh akan mulai memecah cadangan lemak untuk dijadikan energi.bukan tidak mungkin bila ini terus dilakukan membuat berat badan menurun.

Menjaga kesehatan organ-organ tubuh

manfaat puasa juga bisa membawa pengaruh baik pada sebagian besar organ tubuh, termasuk untuk orang diabetes.

Pada umumnya, tubuh menyimpan glukosa untuk berjaga-jaga. glukosa simpanan ini disebut glikogen yang tersimpan di hati. Glikogen membutuhkan waktu sekitar 12 jam untuk digunakan.

Apabila berhenti makan dalam waktu yang cukup panjang, tubuh akan mulai membakar lemak sebagai pengganti glikogen tadi.

Pembakaran lemak ini menghasilkan energi dan mengistirahatkan hati dan pankreas.

Hati dan pankreas adalah kedua organ tubuh yang bertugas untuk memproduksi insulin sebagai hormon pengatur gula darah.

Meningkatkan kedisiplinan

Pada saat menjalankan puasa, hanya diperbolehkan makan dan minum 2 kali, yaitu saat sahur dan berbuka., mau tidak mau para diabetesi pun harus mengikuti pola tersebut dan menuruti penggunaan dosis obat yang sudah diberikan oleh dokter.

Pola makan dan konsumsi obat yang lebih teratur inilah yang membuat mereka lebih disiplin daripada hari-hari biasanya. Dengan begitu, kontrol gula darah bisa menjadi lebih baik.

Tips agar Gula Darah Tetap Terkendali Saat Puasa

Ada banyak perubahan tubuh yang terjadi saat puasa, salah satunya adalah penurunan kadar gula darah saat puasa.

Sebenarnya, semua orang mengalami penurunan kadar gula darah saat menjalani ibadah di bulan Ramadan ini. Namun, hal ini menjadi masalah besar apabila terjadi pada diabetesi.

Oleh karena itu, banyak hal yang harus diperhatikan jika diabetesi ingin berpuasa. Berikut adalah tips untuk mengendalikan kadar gula darah saat puasa pada pasien diabetes.

Tips mengendalikan gula darah saat puasa

Jumlah gula darah yang tak terkendali saat puasa bisa menyebabkan komplikasi, Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang harus dilakukan pasien diabetes jika ikut berpuasa di bulan Ramadan.

Pertama, Atur porsi makan untuk menjaga kadar gula darah saat puasa. Sebenarnya, hal ini tergantung bagaimana perencanaan pola makan untuk penderita diabetes saat berpuasa. Pengaturan makan ini tentunya sangat memengaruhi perubahan gula darah dalam tubuhnya.

Kedua, Pilih zat gizi yang baik untuk kesehatan tubuh. Tak hanya porsi yang harus diperhatikan, pemilihan makanan juga memengaruhi kadar gula darah saat puasa. Berikut adalah panduannya menentukan sumber zat gizi yang tepat.

Karbohidrat

Hindari makanan yang mengandung karbohidrat sederhana, seperti gula dan mengundung manis. Sebaiknya, ganti semua makanan berbuka yang mengandung gula dengan buah-buahan. Selain itu, konsumsilah karbohidrat yang mengandung serat, seperti nasi merah atau gandum.

Protein

Sumber protein yang direkomendasikan adalah ikan, susu rendah lemak, daging tanpa lemak. Hindari makanan goreng-gorengan.

Ketiga, Penuhi kebutuhan air. Minum air yang cukup agar tubuh terhidrasi dengan baik, tapi ingat hindari minuman yang mengandung rasa manis.

Keempat, Atur waktu makan dan cek gula darah. Anda sebaiknya memulai sahur ketika dekat-dekat dengan waktu imsak. Ini berguna untuk mencegah gula darah turun terlalu rendah akibat jarak makan antara sahur dan buka puasa terlalu jauh.

Kelima, Lakukan olahraga setelah berbuka puasa. Olah raga ringan  seperti jalan-jalan santai paling sedikit selama 10 menit per hari dan bisa ditambah hingga 30 menit per hari.

Keenam, Konsultasikan dengan dokter sebelum berpuasa. Jika mengkonsumsi obat atau harus selalu mendapat suntikan insulin sebaiknya diskusikan dengan dokter terkait perubahan jadwal pemberian suntikan dan obat selama untuk berpuasa.

Asalkan ada kemauan, pastinya akan ada jalan. Sungguh sayang bukan melewatkan berbagai manfaat yang puasa untuk para penderita diabetes. (*)

Penulis adalah Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Syiah Kuala

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *