Jum. Agu 19th, 2022

Acehsiana – Payabakong | Guna menyongsong kurikulum baru yang dulunya dikenal dengan kurikulum prototype, kini menjadi diberi nama Kurikulum Merdeka berdasarkan Kepmendikbudristek No. 56 tahun 2022, dua sekolah di bawah naungan Yayasan Raudhatul Fuqara Payabakong mempersiapkan diri melalui workshop bagi para guru. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari (18 – 21 April 2022) tersebut diisi dengan sosialisasi serta pembekalan kecakapan dan penugasan bagi peserta. Sehingga diharapkan ketika kurikulum tersebut diimplementasikan tahun ajaran 2022 / 2023 pada fase D dan E, guru SMPS dan SMAS Raudhatul Fuqara sudah melek kurikulum.

Kegiatan tersebut diisi oleh pemateri secara marathon, yaitu Dr. Nurmaida, Rizki Rahmawati SP, Qusthalani SPd MPd dan Khairuddin SPd MPd. Semua pemateri tersebut terlibat sebagai praktisi kurikulum merdeka, baik sebagai guru penggerak maupun sebagai reviewer capaian belajar kurikulum serta platform Merdeka Mengajar. Materi kegiatan meliputi paradigma baru pendidikan Indonesia, pengenalan kurikulum merdeka dan regulasinya, serta spirit guru penggerak dan pengajar praktik, menentukan capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran kurikulum merdeka.

Kepala SMA Swasta Raudhatul Fuqara sekaligus penanggungjawab kegiatan, Mauliza Syawal Fitriani SPd mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bukan sekedar sosialisasi kurikulum, namun memberi gagasan pembelajaran yang bermanfaat untuk diterapkan bagi siswa dalam pembelajaran nantinya. Kurikulum Merdeka sendiri menuntut pembelajaran student oriented, dimana siswa menjadi aktor utama pembelajaran melalui pendekatan pedagogi, andragogi dan heutagogi.

Guru yang mengikuti kegiatan ini terlihat antusias dan memiliki semangat baru dalam pembelajaran menyongong kurikulum merdeka. (fais)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *