Sen. Mei 23rd, 2022

Acehsiana | Aceh Utara – Bukan hanya siswa yang memperoleh pembekalan kerohanian melalui kegiatan dinul Islam di SMA Negeri 1 Syamtalira Aron Aceh Utara selama Ramadhan 1443 H, seluruh guru yang tidak sedang bertugas membimbing siswa juga memperoleh pembekalan kapasitas diri. Dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi Kurikulum Merdeka yang mulai diimplementasikan pada tahun ajaran 2022 / 2023, guru SMA Negeri 1 Syamtalira Aron mengikuti pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis IT. Kegiatan yang mengangkat tema, Melalui IT Ciptakan Media Pembelajaran untuk Enjoyful Learning, berlangsung pada 18 April 2022 dengan narasumber dari Pengurus Pusat Jaringan Sekolah Digital Indonesia, Khairuddin.

Workshop yang berlangsung dari pagi hingga sore hari terlihat antusiasme dan keceriaan guru dalam menciptakan media pembelajaran berbasis Gamifikasi Kahoot dan Padlet. Bukan sekedar mengkreasikan media pembelajaran berbasis IT tersebut, beberapa guru tampil mempresentasikan karyanya dan memainkan game pembelajaran bersama.

Kepala SMA Negeri 1 Syamtalira Aron, Drs. Ridwan, MSM mengungkapkan bahwa hasil workshop harus dapat diterapkan dalam pembelajaran pasca Idul Fitri nanti. “Kecakapan guru dalam menerapkan media pembelajaran berbasis IT menunjukkan kesiapan sekolah ini mengimplementasi Kurikulum Merdeka yang sangat bermanfaat bagi pengembangan potensi siswa. Kami menyambut Kurikulum Baru dengan gairah pembelajaran menyenangkan”, tukasnya.

Narasumber kegiatan, Khairuddin yang juga Ketua Tim Support IT GTK Disdik Prov Aceh mengatakan bahwa  kahoot selalu menghadirkan keceriaan di dalam kelas sebagaimana lazimnya platform gamifikasi, sementara padlet merupakan platform yang dapat dikembangkan untuk menggali potensi siswa dalam critical and creative thinking.

Sementara Rika Syufrina sebagai Ketua Panitia Kegiatan menyambut senang kegiatan berlangsung karena IT dalam pembelajaran merupakan keharusan sebagaimana kebutuhan siswa di era digitalisasi meski pandemi covid 19 tidak lagi mengganggu tatap muka pembelajaran di sekolah. Kebutuhan terhadap IT tetap saja menjadi prioritas dalam pembelajaran, terutama dalam Kurikulum Merdeka bahwa IT menjadi asupan dalam setiap bidang studi. (Fais)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *