Jum. Agu 19th, 2022

Acehsiana, Lhoksukon | Saat waktu senggang mengajar di bulan suci Ramadhan, dimana siswa di SMK Negeri 1 Lhoksukon difokuskan untuk kegiatan-kegiatan kerohanian Dinul Islam, guru yang tidak terlibat dalam kegiatan tersebut mengikuti workshop Sosialisasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan yang berlangsung mulai dari tanggal 12 sampai dengan 16 April berlangsung di Aula SMK Negeri 1 Lhoksukon menghadirkan beberapa narasumber yang dianggap sangat berkompeten menyampaikan pemaparan tentang kurikulum merdeka, diantaranya Rizki Rahmawati, Tabligh Diniyati dan Khairuddin.

Kepala SMK Negeri 1 Lhoksukon menyampaikan bahwa sekolah ini sudah mendaftarkan diri sebagai satuan pendidikan yang bersiap untuk mengimplementasi kurikulum merdeka di tahun ajaran mendatang. Oleh sebab itu persiapan dimulai dari guru di sekolah ini sebagai garda terdepan keberlangsungan kurikulum. “Sebagaimana yang sudah dipaparkan oleh para narasumber bahwa kurikulum merdeka nantinya akan fokus pada life skill siswa di abad 21. Guru harus memiliki kecakapan dalam penyampaian materi esensial yang benar-benar mengarahkan pembelajaran berbasis siswa” imbuhnya.

Salah seorang narasumber dari kegiatan ini, Khairuddin mengungkapkan bahwa sudah menjadi keniscayaan kurikulum merdeka diterapkan, sekolah harus menyiapkan diri. Kurikulum merdeka sejatinya lebih sederhana terutama pada SMK, struktur kurikulum yang memberi kemerdekaan kepada siswa serta kecapakan siswa yang tercermin dalam kegiatan pembelajaran berbasis project profil pelajar pancasila yang agamis, berpikir kritis serta kreatif diharapkan mampu menciptakan siswa yang cakap di lapangan kerja nantinya.

Guru yang mengikuti kegiatan ini terlihat sangat antusias dengan disiplin meskipun sedang berpuasa serta penugasan yang dilaksanakan untuk memenuhi kapasitas keilmuannya. Guru peserta pelatihan terlihat cukup siap menyambut datangnya era baru kurikulum merdeka di Indonesia.

 

Editor : Fais

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *