Sel. Mei 24th, 2022
PT Kotafajar Semen Indonesia Akan Bangun Pabrik Semen Berkapasitas 6 Juta Ton Per Tahun di Aceh Selatan

ACEHSIANA.COM, Tapaktuan – PT Kotafajar Semen Indonesia (PT KSI) akan membangun pabrik semen berkapasitas 6 juta ton per tahun di Aceh Selatan. Kepastian tersebut disampaikan oleh Project Manager PT KSI, Aris Sulistyo dalam Konsultasi Publik Penyusunan Studi Amdal Rencana Pembangunan dan Pengoperasian Pabrik Semen pada Kamis (14/4) di Hotel Dian Rana, Tapaktuan.

Menurut Aris, PT KSI berada di bawah konsorsium PT Kobexindo Jakarta akan membangun pabrik semen berkapasitas 6 juta ton per tahun di Kabupaten Aceh Selatan. Pabrik ini, lanjut Aris, merupakan pabrik semen terbesar di Aceh dimana kapasitasnya 6 kali lebih besar dari PT Semen Andalas Indonesia (PT SAI) di Lhoknga, Aceh Besar yang hanya berkapasitas sekitar 1 juta ton per tahun.

Dikatakan Aris bahwa pabrik semen tersebut memiliki lahan seluas 1.234 hektar yang berlokasi di Gampong Pulo Ie II dan Ujung Padang Asahan, Kecamatan Pasie Raja, dan Gampong Gunung Pulo serta Pasie Kuala Asahan, Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan.

“Tahap awal hanya digunakan seluas 200 hektar untuk lokasi tapak pabrik, lahan pengambilan material, lahan pelabuhan dan lintasan conveyor belt,” ujar Aris.

Aris menambahkan bahwa sebelum masuk pada tahap pengurusan berbagai perizinan termasuk izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (Amdal), pihaknya telah melakukan serangkaian survei lokasi hingga mengukur kandungan material yang tersedia. Berdasarkan izin eksplorasi batu gamping yang telah dikantongi sejak 2 tahun lalu, tambah Aris, pihaknya memprediksi mampu mengumpulkan material batu gamping tersebut mencapai 6 juta ton per tahun.

“Estimasi ini membuat kita berani menetapkan target produksi mencapai 6 juta ton per tahun. Kapasitas ini tergolong terbesar dari pabrik-pabrik semen lain yang telah beroperasi sebelumnya,” sebut Aris.

Lebih lanjut Aris menyebutkan bahwa pihaknya juga telah melakukan hitung-hitungan nilai ekonomis rencana pembangunan pabrik semen tersebut yang harus di atas 50 tahun. 

Pabrik semen ini, ucap Aris, diperkirakan akan menyerap tenaga kerja mencapai 1.200 orang lebih. Sesuai aturan, tenaga kerja yang direkrut nantinya akan diprioritaskan dari wilayah gampong yang terdampak langsung. Namun jika tak tersedia cukup sesuai bidang keahliannya masing-masing baru direkrut dari luar.

“Pada tahap pembangunan (konstruksi) yang diperkirakan membutuhkan waktu antara 4-5 tahun, dibutuhkan atau direkrut tenaga kerja mencapai ratusan orang yang tentunya juga akan diprioritaskan dari gampong-gampong yang terdampak langsung,” kata Aris.

Aris menuturkan bahwa proses pembangunan pabrik semen ini diperkirakan baru dapat dimulai sekitar pertengahan tahun 2023 mendatang setelah selesainya tahapan uji kelayakan Amdal. Jika tidak ada kendala dan hambatan pabrik semen tersebut diperkirakan akan groundbreaking sekitar tahun 2027 atau 2028.

“Dimulai proses pembangunannya sangat tergantung kapan selesainya uji kelayakan hingga penetapan AMDAL, makin cepat selesai maka semakin cepat bisa dimulai proses pembangunannya,” tegas Aris.

Aris meminta masyarakat Kabupaten Aceh Selatan khususnya dari gampong yang terdampak langsung pembangunan pabrik, dapat mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) putra-putrinya sejak sekarang.

Terkait adanya kekhawatiran masyarakat yang menyebutkan hasil produksi semen nanti seluruhnya akan di ekspor ke luar, Aris memastikan bahwa selain untuk ekspor, juga akan dialokasikan untuk pemasaran lokal.

“Memang benar hasil produksinya nanti akan kita ekspor tapi bukan seluruhnya, melainkan juga akan dialokasikan untuk pemasaran lokal. Namun untuk angka atau jumlahnya belum dapat kami presentasikan saat ini,” terang Aris.

Konsultasi publik terkait Penyusunan Studi Amdal Rencana Pembangunan dan Pengoperasian Pabrik Semen serta Fasilitas Pendukungnya dibuka langsung oleh Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Selatan, Masrizar SHut MSi mewakili Kepala DLHK Provinsi Aceh. Turut dihadiri Asisten II Setdakab Aceh Selatan, Drs H T Darisman, para Kepala SKPD, Danyonif 115/ML, Camat Kluet Utara, Camat Pasie Raja beserta Danramil dan Kapolsek dari masing-masing kecamatan, para mukim dan keuchik, perwakilan masyarakat, LSM pemerhati lingkungan dan insan pers. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *