Sel. Mei 24th, 2022

Oleh: Boyhaki kluet

KLUET merupakan sebuah wilayah yang berada di Kabupaten Aceh Selatan dengan memiliki lima kecamatan, yaitu Kecamatan Kluet Utara, Kluet Selatan, Kluet Timur, Kluet Tengah dan Pasieraja serta bahasa kesehariannya dengan menggunakan tiga bahasa, yakni Bahasa Aceh, Kluet dan Aneuk Jamee.

Wilayah Kluet dihuni lebih dari 60.000 jiwa dan memiliki makanan atau kuliner khas tersendiri.
Salah satu daerah pedalaman di Kecamatan Kluet Timur memiliki satu Kemukiman Lawe Sawah yang memiliki makanan khas rasanya sangat lezat, yaitu Rabee terbuat dari bahan dasarnya daging Kerbau atau Sapi.

Kemukiman Lawe Sawah memiliki tiga desa, masing-masing Desa Lawe Sawah, Lawe Buluh Didi dan Lawe Icing Manok. Masyarakat disana menggunakan Bahasa Kluet yang mirip dengan Bahasa Alas, Kabupaten Aceh Tenggara. Sejak dulu sudah memperkenalkan makanan khas daerahnya seperti Rabee, Majun dan Kerabu.

Namun seiring dengan perjalanan waktu, saat ini makanan tradisional khas Kluet itu hampir tidak dikenal lagi. Padahal, menurut cerita para tetua disana ketika jelang hari meugang puasa, Idul Fithri, Idul Adha dan hari-hari besar lainnya. Rabee menjadi menu utama yang disajikan dan bahkan menjadi menu wajib.

“Belum sah menjadi orang Kluet kalau belum menyajikan Rabee pada hari-hari kebesaran.” Begitulah ungkapan dari Bapak Yusna Diwan Kepala SD Negeri 1 Paya Dapur, Kluet Timur.
Namun dikatakannya, generasi muda Kluet sekarang sudah lupa akan kuliner warisan indatunya, perlu kita perkenalkan lagi.

Kata Yusnadiwan, Rabee ini hanya sebagian masyarakat Kluet Utara, Kluet Tengah, Kluet Selatan apalagi Pasieraja yang sangat kental dengan Bahasa Aceh yang tau. Karena Rabee khusus makanan tradisional dari Kemukiman Lawe Sawah, Kluet Timur. Sehingga belumlah familiar di daerah lain.

Terlepas dari itu semua, Rabee menjadi ikon dari Wilayah Kluet sebagai salah satu kuliner yang pernah meraih juara satu tingkat Provinsi Aceh pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) di Kota Banda Aceh beberapa tahun yang lalu sebagai kuliner tradisional tervaforit dengan cita rasanya yang sangat lezat.

Berikut akan saya jelaskan bahan-bahan dan resepnya serta cara mengolah Rabee setelah pariwara berikut ini……..!!!

Bahan-bahan :

– Siapkan setengah atau seperempat kilo gram daging kerbau atau sapi
– Daging dipotong sebesar ibu jari
– Siapkan cabe rawit 10 biji, cabe merah 2 biji, bawang merah 5 biji, bawang putih 2 biji dan 2 biji kemiri lalu dihaluskan.

Cara memasak :

– Daging kerbau/sapi yang sudah dipotong dicampurkan dengan bumbu yang yang sudah dihaluskan diatas ditambah garam secukupnya dan air asam.
– Lalu direbus dengan air hingga matang.
– Setelah dagingnya matang dipisahkan dengan air, kemudian dagingnya diaduk dengan kelapa gonseng secukupnya dengan menambahkan batang serai, daun jeruk dan daun tapak leman yang masih hijau yang diiris tipis.
– Rabee siap disajikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *