Sen. Mei 23rd, 2022

 

SMAN 1 Meureudu mrngadakan acara perpisahan dengan siswa kelas XII hari ini, Sabtu (19/03/22). Angkatan 2022 yang akan purnabelajar segera meninggalkan sekolah tersebut dengan segala kenangan yang indah. Oleh karenanya, momen perpisahan senantiasa ada di tiap tahun di semua sekolah agar jadi titian waktu, manakala berseragam sekolah dan saat-saat kuliah dengan pakaian bebas, selalu menjadi tonggak ingatan.

Dalam sambutannya Kepala SMAN 1 Meureudu Husna, S.Pd., M.Pd., menyampaikan kepada para siswa yang akan meninggalkan sekolah agar terus bermimpi mengejar cita-cita. Allah akan menunjukkan jalan bagi siapa saja yang mau terus berusaha dan senantiasa berdoa.

“SMAN 1 Meureudu adalah sekolah besar di Aceh. Ada banyak profesor, pejabat, pengusaha yang sukses alumni SMAN 1 Meureudu.”

“Ingatlah anak-anak kami. Perjuangan Ananda kami masih panjang. Berjuanglah sehingga perjuangan yang Ananda jalani menjadi sesuatu yang manis pada akhirnya,” ujar perempuan pertama yang menjadi kepala sekolah tersebut.

Dalam kesempatan itu juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Zuhri, S.Pd., menceritakan kisah yang sangat menawan. Beliau menceritakan kisah pemandu pendaki gunung yang ibarat seorang guru. Sementara pendaki yang tenar, yang mampu menginjakkan kakinya untuk pertama di puncak gunung tertinggi di dunia Mount Everest seumpama siswa yang diantar oleh gurunya.

“Kisah ini kisah nyata. Dan kemudian si pemandu yang asli orang Nepal ditanya sama wartawan, kenapa Anda membiarkan orang lain mengunjakkan kaki pertama sekali di puncak Everest? Harusnya Anda?”
“Tidak, jawab si pemandu. Mimpi saya bukan seperti itu. Mimpi saya hanya ingin mengantarkan orang lain agar dia terkenal.”

“Ananda kami sekalian. Demikianlah kami guru-guru. Cita-cita kami sama persis seperti si pemandu. Cita-cita kami hanya ingin mengantarkan Ananda ke gerbang kesuksesan.”

Di samping kata sambutan kepala sekolah dan wakasis, sambutan atau kesan disampaikan juga oleh Rafli Baihaqi, mewakili kelas XII dan Nayla mewakili kelas XI dan X.

Acara perpisahan tersebut juga dimeriahkan dengan tarian tradisi (kelas XI dan X), vokal solo Raisya Vidinda dan Muhammad Athailah serta puisi oleh Ainun (kelas XII).  Kemudian acara diakhiri salam-salaman antara siswa kelas XII dengan semua guru. (EM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *