Jum. Agu 19th, 2022
IGI Aceh Timur Gelar Workshop “Bukulah”

ACEHSIANA.COM, Idi – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Aceh Timur menggelar workshop membuat buku tamu leumah wajah (Bukulah). Workshop secara dalam jaringan (daring) tersebut dilaksanakan pada Rabu (16/3) melalui zoom meeting.

Ketua IGI Aceh Timur, Faisal ST menjelaskan bahwa narasumber workshop adalah kepala SMAN 1 Matangkuli yang juga Ketua Harian Jaringan Sekolah Digital Indonesia (JSDI). Kegiatan tersebut, lanjut Faisal, bertemakan membangun kreativitas mengkreasi buku tamu digital.

“Workshop ini diikuti oleh 63 peserta dari berbagai daerah bahkan luar Aceh secara gratis. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian IGI Aceh Timur terhadap kemajuan pendidikan di Aceh, khususnya Aceh Timur dalam berinovasi terhadap persoalan-persoalan terkini,” ujar Faisal.

Dikatakan Faisal bahwa Bukulah merupakan bagian dari manajemen sebuah lembaga untuk memberi pelayanan kepada publik. Hal ini, tambah Faisal, merupakan bagian dari kompetensi kepala sekolah yaitu kompetensi manajerial.

“Aceh Timur merupakan salah satu kebupaten yang berada dalam propinsi Aceh yang sering dilanda banjir setiap tahunnya bila musim hujan. Tentunya dengan sering banjir, banyak adminitrasi sekolah yang hilang atau terbawa arus. Atas dasar persoalan tersebut IGI Aceh Timur membuat workshop Bukulah sebagai alternatif terbaik dari persoalan yang muncul,” sebut Faisal.

Faisal menambahkan bahwa Bukulah mempermudah siapa saja yg bertamu. Tamu, kata Faisal, dapat langsung mengisi buku tamu dan memgapload foto selfie terbaiknya ketika berada di sekolah tersebut. Bukulah, tutur Faisal, tidak mudah mudah hilang dan sangat cepat prosesnya menggunakan smartphone.

Pantauan acehsiana.com, Khairuddin dengan tenang dan santai menjelaskan cara kerja membuat Bukulah. Dalam waktu 60 menit berlalu dengan cepat semua peserta mampu menyerap ilmu dengan baik dimana 99 persen peserta mampu menyelesaikan tugas dengan cepat dan kreatif.

Aiyub, salah seorang peserta dari SDN Sijuek dengan semangat mengikuti pelatihan membuatBukulah. Padahal di daerahnya bertugas tidak memiliki jaringan internet. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *