Sel. Mei 24th, 2022

ACEHSIANA.COM. Aceh Jaya – Puluhan ekor anak penyu (tukik) dilepas di kawasan Konservasi Penyu Aroen Meubanja, Desa Keude Panga, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya, Sabtu (12/3/2022) kemarin.

Pelepasan anak Penyu dilakukan oleh siswa dan siswi SMK Negeri 1 Panga dan SMK PP Negeri Saree, sebanyak 87 tukik yang menetas dari satu sarang berhasil dilepasliarkan,Sabtu (12/3/2022) kemarin.

Kegiatan pelepasan Penyu ke laut lepas itu dilaksanakan untuk menjaga dan melestarikan penyu yang makin hari semakin memprihatinkan. Keberadaan penyu selama ini sudah hampir punah, hal ini terjadi akibat ulah manusia yang tidak bertanggungjawab.

Karena kalau telur Penyu yang mereka temukan, dikonsumsi atau dijual, ini akan bisa mempengaruhi kelangsungan populasi hidup penyu-penyu yang saat ini masih ada. Padahal diketahui perkembangbiakan penyu sangat lambat, kalaupun masa hidupnya bisa sampai ratusan tahun, namun jika tidak bisa dijaga dengan baik, lama-kelamaan populasi penyu akan musnah.

Ketua Kelompok Konservasi Penyu Aroen Meubanja Panga, Murniadi menjelaskan bahwa peluang hidup tukik ini sangat sedikit yaitu rata – rata hanya satu persen saja dari sekian banyak yang dilepaskan ke laut lepas, Sabtu (12/3/2022) kemarin.

“Ancaman keberlangsungan hidup tukik ini, selain dimangsa ikan predator, ancaman bertahap hidup tukik juga datang dari oknum masyarakat yang kerap mengambil telur tukik untuk dikonsumsi”, tuturnya.

Hanya sekitar satu persen yang mampu bertahan hidup, selebihnya mati dan dimangsa oleh ikan (predator) dilaut lepas, serta juga bisa dari ulah oknum masyarakat yang terus berburu telur penyu,” tutup Murniadi yang akrab disapa Dedi Penyu.

Marwan selaku anggota Kelompok konservasi Penyu Aroen Meubanja Mengatakan bahwa Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi anak-anak di masa mendatang. Mereka diharapkan lebih peduli dan ikut serta melindungi penyu dan telurnya, tutur Marwan.

“Kelompok konservasi penyu Aroen Meubanja juga telah berkerjasama dengan beberapa universitas dan instasi pendidikan di Aceh dalam mensosialisasikan penyelamatan penyu. Tujuannya agar satwa dilindungi ini tetap bisa berkembang di laut Aceh, Tutupnya, Sabtu (12/3/2022) kemarin.

Kepala SMKN 1 Panga, Zul Asral S Pd mengatakan bahwa, pelepasan anak penyu ini dilakukan untuk menjaga agar penyu-penyu yang ada di Aceh Jaya tidak punah, Sabtu (12/3/2022) kemarin.

“Keterlibatan siswa dalam pelepasan anak penyu (tukik) ini, untuk memberi pembelajaran kepada siswa agar terus menjaga dan melestarikan penyu yang ada di Panga ini. Sampaikan ke orang tua dan masyarakat lainnya agar tidak mengganggu bahkan mengambil telur penyu. Hal ini akan berdampak buruk terhadap ekosistem penyu yang ada di Panga dan Aceh Jaya pada umumnya”, tutup Zul Asral yang akrab di sapa Pak Zul.

Kepala SMK PP Negeri Saree Aceh, dalam hal ini diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang SDM, Ir Muhammad Nasir MPĀ  Mengatakan bahwa, ini kesempatan yang luar biasa diberikan kepada kami. Sebelumnya, kami tidak pernah menyentuh langsung, bahkan berkesempatan melepaskan bebas anak penyu (tukik) ke laut lepas, Sabtu 12/3/2022) kemarin.

“Sesuatu yang amat menggembirakan atas diberi kesempatan buat siswa/i SMK PP Negeri Saree ikut serta dalam kegiatan penglestarian hewan langka ini”, pungkasnya

“Pelepasan anak penyu (tukik) ke laut akan menjadi hal baru untuk siswa/i dari Saree yang sebelumnya tidak pernah tau hal ini. Saya berharap, ini menjadi pembelajaran, agar terus menjaga dan melestarikan penyu yang ada di dunia ini”, tutup Muhammad Nasir.

Kontributor : Teuku Julizal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *