Kam. Mei 26th, 2022
AS: Rusia Mungkin Gunakan Senjata Kimia atau Biologi

ACEHSIANA.COM, Washington – Amerika Serikat (AS) menyebutkan kemungkinan Rusiaa menggunakan senjata kimia atau biologi. AS memperingatkan Rusia kemungkinan tersebut untuk menyerang Ukraina. Hal itu diingatkan Juru Bicara Gedung Putih, Jen Psaki pada Rabu (9/3) di Washington.

Gedung Putih menolak klaim Rusia bahwa Ukraina sedang mengembangkan senjata kimia ilegal. Pada pekan ini juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menuduh Ukraina tanpa bukti, adanya senjata kimia dan biologi di laboratorium-laboratoriumnya.

Menurut Psaki, klaim Rusia “tidak masuk akal” dan mungkin bagian dari upaya Rusia untuk melakukan serangan bom pemusnah massal semacam itu di Ukraina.

“Jelas ini semua taktik Rusia untuk membenarkan serangan yang telah direncanakan, tanpa provokasi dan tidak bisa dibenarkan terhadap Ukraina lebih jauh,” ujar Psaki.

Dikatakan Psaki bahwa saat ini Rusia sudah membuat klaim-klaim palsu dan China tampaknya mendukung propaganda ini. AS, tambah Psaki, harus waspada pada kemungkinan Rusia menggunakan senjata kimia dan biologi di Ukraina atau menciptakan operasi bendera palsu (mencari kambing hitam) untuk menggunakannya.

Selama berbulan-bulan AS memperingatkan Rusia akan menggelar operasi “bendera palsu” untuk menciptakan alasan invasi. Kemarin AS kembali memperingatkan Rusia mungkin sedang mencari alasan untuk meningkatkan ketegangan konflik yang sudah berlangsung dua pekan ini.

Juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan klaim Rusia hanya “sekumpulan omong kosong.” Masyarakat internasional sudah lama menduga Rusia kerap menggunakan senjata kimia untuk menyingkirkan musuh-musuh politik Presiden Vladimir Putin seperti mantan mata-mata ganda Sergei Skripal dan pemimpin oposisi Alexei Navalny.

Rusia juga mendukung Presiden Bashar al-Assad di Suriah yang menggunakan senjata kimia terhadap rakyatnya sendiri dalam perang sipil. PBB mengatakan sejauh ini tidak ada bukti mengenai klaim Rusia.

“Pada titik ini tidak ada informasi yang mengkonfirmasi laporan-laporan atau tuduhan tentang laboratorium semacam itu,” sebut juru bicara PBB Stephane Dujarric.

“Rekan-rekan kami di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang telah bekerja dengan pemerintah Ukraina, mengatakan mereka tidak mengetahui aktivitas yang melibatkan pemerintah Ukraina yang tidak konsisten dengan kewajiban perjanjian internasional, termasuk senjata kimia atau biologi,” pungkas Dujarric. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *