Kam. Mei 26th, 2022

Acehsiana.com – Bireuen – Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireuen mengumpulkan semua calon guru penggerak SMA dan SMK Bireuen untuk mendengar apa persoalan yang menyebabkan program guru penggerak (PGP) kurang terdengar si kalangan guru.

“Saya sengaja panggil guru penggerak Bireuen untuk mendengar keluhan mereka”. Mereka merasa kurang mendapat sambutan dari sekolah tempat mereka bertugas jelas Hamid kepada acehsiana.com jumat, 4/3/22.

Ridwan guru penggerak SMAN 3 Bireuen ” Kami mereka kurang sambutan dari teman teman disekolah kami” Kami mohon pak KCD membantu kami agar kami bila mengimplementasikan program PGP ini di sekolah kami, dan ini program pemerintah yang harus kita jalankan kata Ridwan.

” Ya dari semua keluhan saudara saya berkesimpulan kita perlu melakukan sosialisasi ke sekolah yang ada guru penggerak. Saya minta anda membuat jadwal sosialisasi di setiap sekolah, saya dan pengawas pembina akan datang untuk menyahuti keinginan saudara harap Hamid dihadapan kepala sekolah yang ada guru penggerak juga pengawas Pembina di ruang kerjanya.

Mulai selasa 8/3/2022 akan mensosialisasikan ke semua warga sekolah yang ada guru penggerak.

“Saya berharap setelah sosialisasi ini kita lakukan saudara sebagai PGP harus menjadi guru model yang akan mengimbaskan kepada guru lain” Harap mantan KCD sabang.

Program ini di luncurkan oleh Kemendikbud ristekdikti sebagai format baru dalam pembelajaran agar siswa lebih leluasa dalam belajar. Ini bagian pelaksaan kurikulum merdeka belajar.

Selaian guru penggerak turut hadir ketua MKPS, Pengawas Pembina dan Kepala sekolah SMAN Jeunieb, Kepala SMAN 3 Bireuen, Kepala SMAN Peusangan Siblah Krueng, Kepala SMKN 1 Peusangan, Kepala SMKN 1 Gandapura dan Kepala SMKN 1 Jeumpa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *