Kam. Mei 26th, 2022

ACEHSIANA.COM – Darussalam – Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Bireuen, Abdul Hamid, M.Pd lakukan kunjungan kerja ke Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK), Rabu, 23 Pebruari 2022.

Dalam kunjungan kerja ini Kacabdin Bireuen membawa sertakan Kepala SMK se-Kabupaten Bireuen dan Kasi Mutu GTK.

Abdul Hamid menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan pendidikan vokasi yang berbasis keunggulan daerah. Sekolah vokasi seperti SMK-SMK di Kabupaten Bireuen memerlukan sentuhan inovasi agar bisa mengembangkan skill siswa secara lebih baik.

“Hari ini kami ke Universitas Syiah Kuala, kampus jantung hati masyarakat Aceh untuk studi banding, melihat dari dekat bagaimana ARC memberikan nilai tambah melalui teaching industry Nilam dan Atsiri lainnya”, jelas Hamid yang didampingi Khairul Kasi Mutu GTK Cabdin Bireuen.

“Kami ketahui, dalam 5 tahun terakhir ARC telah berhasil mengembangkan inovasi hulu-hilir Nilam, mengembangkan skill mahasiswa juga mengembangkan berbagai produk turunan yang memberi nilai tambah besar untuk masyarakat” lanjut Hamid, yang juga merupakan alumnus Australia ini.

“Kami ingin apa yg telah dilakukan ARC dapat ditularkan ke sekolah SMK yang ada di Bireuen, sehingga dapat dikembangkan skill siswa dan produk inovasi yang menjadi kebanggaan daerah” ungkap Hamid kepada media ini.

“Kami akan undang ARC untuk memberi pekatihan kepada siswa-siswa SMK di Bireuen” pungkas Hamid kepa ketua ARC Dr. Saifullah.

Sementara itu Koordinator Program Magang Teaching Industry ARC, Dr. Zulfachrizal menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini. Zulfachrizal menjelaskan bahwa kehadiran ARC memang ingin berkontribusi kepada masyarakat Aceh melalui inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi khusus inovasi hulu-hilir nilam Aceh

“Di ARC berhimpun sekitar 56 orang pakar dari berbagai disiplin ilmu, sehingga bisa memberikan penguatan untuk berbagai aspek inovasi nilam dari hulu hingga hilir” urai Zulfachrizal.

“Dalam 5 tahun terakhir banyak inovasi telah dilakukan. Juga berbagai kalangan masyarakat datang dan mengikuti pelatihan yang dilaksanakan ARC, bukan hanya dari Aceh, tapi juga dari berbagai propinsi yang ada di Indonesia” lanjut Zulfachrizal yang juga merupakan Dosen Teknologi Pertanian USK.

“Transfer iptek terkait atsiri untuk masyarakat merupakan salah satu fokus dari program ARC” tutup Zulfachrizal.

Dalam kunjungan tersebut juga dilakukan peninjauan ke laboratorium proses ARC, unit penyulingan, ware house distilasi molekuler dan fraksinasi, serta rumah produksi berbagai produk turunan atsiri.

Dalam kunjungan yang ke 3 kalinya ini, Hamid membawa 11 Kepala SMK se-Kabupaten Bireuen antara lain M Yusuf kepala SMKN 1 Bireuen, Fadli kepala SMKN 1 Simpang Mamplam, Mardiana kepal SMKN 1 Gandapura, Joko kepala SMKN 1 Peusangan, Amri kepala SMKN 2 peusangan, Erma kepala SMKN 1 Jeumpa, Feri Kepala SMKN 1 Jeunieb, Usman kepala SMKs Muhammadiyah, Boyhaki kepala SMKs Foundation, Muhajir Kepal SMKs Al Hidayah.
Dari pantauan acehsiana.com mereka terlihat sangat antusias mendengar penjelasan proses penyulingan hingga jadi produk bernilai jual.

Kami bersemangat untuk mengembangkan inovasi di sekolah masing-masing ungkap M Yusuf ketua MKKS SMK Bireuen.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *