Kam. Mei 26th, 2022
Kemdikbudristek Kembangkan Platform Merdeka Mengajar untuk Guru

ACEHSIANA.COM, Jakarta – Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) mengembangkan platform merdeka belajar untuk guru. Pengembangan platform tersebut dijelaskan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim pada Senin (14/2) di Jakarta.

Menurut Nadiem, penerapan Kurikulum Merdeka didukung dengan platform Merdeka Mengajar yang dapat digunakan oleh para guru. Platform tersebut, lanjut Nadiem, menyediakan referensi bagi guru untuk mengembangkan praktik mengajar sesuai dengan Kurikulum Merdeka.

“Platform ini untuk guru. Harapan kita akan berkembang menjadi suatu platform yang benar-benar dimiliki oleh guru, dari guru untuk guru,” ujar Nadiem.

Dikatakan Nadiem bahwa platform Merdeka Mengajar merupakan platform edukasi yang dapat menjadi teman penggerak untuk guru dalam mewujudkan Pelajar Pancasila. Intinya, tambah Nadiem, platform Merdeka Mengajar mempunyai tiga fungsi, yaitu membantu guru untuk mengajar, belajar, dan berkarya.

Nadiem mengungkapkan bahwa dalam mendukung guru mengajar, platform Merdeka Mengajar menyediakan referensi bagi guru untuk mengembangkan praktik mengajar sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Saat ini, sebut Nadiem, tersedia lebih dari 2.000 referensi perangkat ajar berbasis Kurikulum Merdeka.

“Platform ini akan membantu guru melakukan analisis diagnostik literasi dan numerasi dengan cepat sehingga dapat menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan peserta didik,” sebut Nadiem.

Nadiem meminta satuan pendidikan dan pendidik yang kesulitan mengakses internet untuk tidak khawatir. Sebab, kata Nadiem, panduan implementasi Kurikulum Merdeka dan modul-modul pelatihan akan disediakan dalam flash disk bagi mereka.

Fungsi kedua, tutur Nadiem, platform Merdeka Mengajar juga memberikan kesempatan yang setara bagi guru untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensinya kapan pun dan di mana pun. Guru-guru, ungkap Nadiem, dapat memperoleh materi pelatihan yang dapat diakses secara mandiri di sana.

“Guru dapat memperoleh materi pelatihan berkualitas dengan mengaksesnya secara mandiri. Melalui video inspirasi, guru bisa mendapatkan beragam video inspiratif untuk mengembangkan diri dengan akses tidak terbatas,” tutur Nadiem.

Lebih lanjut Nadiem menjelaskan bahwa platform Merdeka Mengajar juga mendorong guru untuk terus berkarya dan menyediakan wadah berbagi praktik baik.

“Guru dapat membangun portofolio hasil karyanya agar dapat saling berbagi inspirasi dan berkolaborasi melalui Bukti Karya Saya,” kata Nadiem.

Nadiem menguraikan bahwa dalam menciptakan ekosistem kolaboratif dan meningkatkan efektivitas pembelajaran, platform tersebut menggunakan content crowdsourcing. Lewat cara itu, pengembangan konten berbasis kontribusi dapat dilakukan oleh semua pihak.

“Kita ingin platform ini hidup menjadi ekosistemnya sendiri. Makanya komponen terpenting dari platform ini adalah crowdsourcing,” tambah Nadiem.

Nadiem menyebutkan bahwa guru dapat saling belajar dan berbagi melalui Komunitas Belajar Daring yang terdapat di dalam platform Merdeka Mengajar. Pihaknya, pinta Nadiem, ingin yang mengembangkan materi pembelajaran, materi mengajar, materi belajar, dan materi berkarya ialah para guru dan organisasi-organisasi pendidikan.

“Kunci kemajuan pendidikan kita ketika guru-guru mengembangkan dirinya dan saling membantu pengembangan sejawatnya,” tutur Nadiem.

Nadiem mengungkapkan bahwa platform Merdeka Mengajar juga bertujuan menciptakan iklim kerja yang positif melalui Jejaring Profesi Guru serta Perencanaan dan Kemajuan Karier. Platform itu, pungkas Nadiem, dapat menjadi wadah bagi guru untuk menampilkan profil, pengalaman, dan keterampilan profesional, serta mengembangkan portofolio dan kompetensinya.

“Platform ini bisa menjadi CV digital. Jadi, ini kesempatan untuk guru untuk membuat publik portofolio,” tutup Nadiem.

Sebagaimana diketahui bahwa Kemdikbudristek mengembangkan platform Merdeka Mengajar bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia. Pada peluncuran Merdeka Belajar ke-15, Nadiem menyampaikan apresiasi kepada 21 mitra institusi dan 47 mitra individu yang dengan semangat gotong royong telah turut berkontribusi memperkaya konten perangkat ajar. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *