Jum. Agu 12th, 2022

ACEHSIANA.COM, Tapaktuan – Pemerhati Kebijakan Aceh Selatan (PeKA), T Sukandi menilai lebih baik meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) ketimbang pengisian jabatan Wakil Bupati (Wabup) Aceh Selatan yang masih lowong. Penilaian tersebut disampaikan T Sukandi pada Senin (14/2) di Tapaktuan.

Menurut T Sukandi, pro kontra usulan pengisian jabatan Wabup secara demokrasi sah-sah saja. Apalagi, lanjut T Sukandi, kebebasan menyampaikan pendapat dilindungi oleh undang-undang.

“Akan tetapi kiranya energi ini lebih baik dialihkan untuk penggalian sector-sektor baru peningkatan PAD. Peningkatan PAD lebih dibutuhkan oleh Aceh Selatan dibanding pengisian kekosongan jabatan Wabup,” ujar T Sukandi.

Dikatakan T Sukandi bahwa Aceh Selatan saat ini membutuhkan optimalisasi PAD untuk menstabilkan dan menyeimbangkan antara pendapatan dengan belanja.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa sekecil apapun angka defisit APBK kita, itu benar adanya karena sifatnya faktual. Indikasi tersebut terbukti dengan tidak dibayarkan tunjangan prestasi kerja (TPK) PNS selama 3 (tiga) bulan pada tahun 2021,” sebut T Sukandi.

Lebih lanjut T Sukandi menuturkan bahwa hal lain yang sifatnya juga sangat mendesak dan lebih penting adalah hak sosial masyarakat yang telah dituangkan dalam visi dan misi pasangan Azam tentang sumbangan sosial kematian.

“Nyatanya sampai hari ini sejak September 2021, bantuan sosial kematian ini masih belum dibayarkan,” tutur T Sukandi.

T Sukandi menyarankan agar bahasan tentang pengisian Wabup dihentikan karena akan melahirkan polemik yang tidak jelas juntrungannya. Ditakutkan, pungkas T Sukandi, justru akan terjadi perpecahan di kalangan masyarakat.

“Fokus saja bagaimana meningkatkan PAD sebagai wujud empati kita pada negeri kita bersama Kabupaten Aceh Selatan yang kita cintai ini agar keuangannya tidak apoh apah,” tutup T Sukandi. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *