Jum. Agu 19th, 2022
Ditemui For-PAS, Sekda Aceh Selatan Tampung Aspirasi Selamatkan Poltas

ACEHSIANA.COM, Tapaktuan – Forum  Peduli Aceh Selatan (For-PAS) menemui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Selatan, Cut Syazalisma SSTP. Sekda menampung aspirasi For-PAS untuk menyelamatkan Politeknik Aceh Selatan (Poltas). Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja Sekda pada Senin (14/2).

Perwakilan For-PAS, Teuku Mudasir menjelaskan bahwa kedatangan mereka untuk menyampaikan saran dan solusi tentang polemik kebijakan Yayasan Poltas (Yapoltas) terkait penunjukan Plt Direktur Poltas.

“Penunjukan Plt Direktur Poltas melanggar Surat Edaran Dirjen Dikti Nomor 3 Tahun 2021 tentang rangkap jabatan organ Yayasan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Selain itu juga melanggar Statuta Poltas,” ujar Teuku Mudasir.

Dikatakan Teuku Mudasir bahwa Penunjukan saudara Mirjas sebagai Plt Direktur Poltas yang juga pejabat Eselon II di Aceh Selatan merupakan preseden buruk bagi PNS lainnya. Bila PNS dibolehkan rangkap jabatan, lanjut Teuku Mudasir, maka PNS lainnya akan melakukan rangkap jabatan juga sehingga melanggar etika dan undang-undang tentang ASN.

Teuku Mudasir turut menyerahkan beberapa dokumen sebagai kelengkapan aspirasi yang berkembang dan dapat dijadikan referensi atau petunjuk juridis yang sifatnya legal formal. Dokumen tersebut diterima langsung oleh Sekda Cut Syazalisma mewakili Bupati Aceh Selatan.

Koordinator For-PAS, T Sukandi mempertegas bahwa aspirasi For-PAS adalah akumulasi dari aspirasi masyarakat Aceh selatan.

“Aspirasi For-PAS telah dijaring disaring dengan cermat serta teliti dengan tawaran opsi bagi pemerintah. Kita minta untuk segera anulir SK Plt Direktur Poltas yang cacat hukum karna telah menimbulkan kegaduhan dalam masyarakat. Hal ini terjadi karena rancu dan multi tafsirnya pendapat menyikapi kebijakan ketua Yapoltas pasca penunjukan Mirjas sebagai Plt Direktur Poltas,” sebut T Sukandi.

Sukandi menambahkan bahwa bila permintaan tersebut tidak berkenan dilaksanakan, maka pemerintaj harus melakukan diskusi publik yang melibatkan tiga unsur peserta yaitu, unsur pemerintah yang mengikut sertakan ketua DPRK atau yang mewakili, unsur dari Yapoltas dan Poltas, serta unsur yang mewakili elemen sipil yaitu For-PAS serta mesti diliput oleh segenap media cetak maupun elektronik,” kata T Sukandi.

T Sukandi menuturkan bahwa jika diskusi publik dilakukan juga harus menghadirkan para pendiri awal Yapoltas. Jika kedua tawaran tersebut tidak juga dilakukan pemerintah, tutur T Sukandi, For-PAS siap melakukan aksi demonstrasi dengan melibatkan elemen masyarakat yang peduli dengan Poltas.

Sekda Aceh Selatan, Cut Syazalisma, mengucapkan terima kasih atas masukan For-PAS terkait carut marutnya penunjukan Plt Direktur Poltas. Seharusnya, kata Cut Syazalisma, pemerintah yang mengundang For-PAS untuk memperoleh masukan yang bersifat positif.

“Kami sudah menyimak aspirasi For-PAS dengan seksama, teliti, dan cermat. Kami juga sudah mempelajari polemik penunjukan Plt Direktur Poltas melalui media cetak dan elektronik. Karena itu, Bupati sudah meminta kami untuk mengambil kebijakan tegas guna menyelamatkan Poltas,” ungkap Cut Syazalisma.

Lebih lanjut Cut Syazalisma menuturkan bahwa kebijakan cerdas yang diambil adalah menampung sekaligus menindaklanjuti aspirasi For-PAS untuk melaksanakan diskusi publik. Selain itu, pungkas Cut Syazalisma, pihaknya mengajak elemen sipil dan semua pihak yang peduli untuk berjuang menegerikan Poltas.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Sekda Aceh Selatan, Cut Syazalisma SSTP. Sementara For-PAS diwakili oleh coordinator T Sukandi, Teuku Mudasir, Rahmad, Ismed Power, dan Hartini. (*)

Editor: Darmawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *